Aceh - Pemerintah membangun Museum Tsunami Aceh pada 2007. Pembangunan ini melalui Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi NAD Nias. Tujuannya jelas. Mengabadikan tragedi Tsunami Aceh 2004.
Museum ini berdiri di Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Lokasinya berada di jantung kota. Aksesnya mudah bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Bangunan museum memiliki empat lantai. Setiap lantai menyimpan cerita. Cerita tentang gelombang besar yang merenggut sekitar 280 ribu nyawa. Angka ini menjadikan Tsunami Aceh sebagai salah satu bencana paling mematikan di dunia.
Museum Tsunami Aceh bukan sekadar tempat wisata. Museum ini menjadi ruang kilas balik. Kamu diajak melihat, mendengar, dan merasakan kembali suasana saat bencana terjadi. Mulai dari dokumentasi visual, artefak korban, hingga ruang refleksi.
Banyak pengunjung datang dengan satu tujuan. Mengingat agar tidak melupakan. Museum ini menanamkan pesan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. Aceh memilih menyimpan luka sebagai pelajaran, bukan sekadar kenangan.
Bagi Kamu yang berkunjung ke Aceh, Museum Tsunami Aceh layak masuk daftar utama. Bukan hanya untuk berfoto, tapi untuk memahami bagaimana sebuah tragedi membentuk kesadaran dan ketangguhan sebuah bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung