Gunung Kawi Terkenal Mistis. Pandji dan Dzawin Pernah Membuktikannya Lewat Pendakian Langsung
Malang - Gunung Kawi di Jawa Timur lama dikenal sebagai gunung dengan reputasi mistis yang kuat. Banyak orang mengaitkannya dengan pesugihan, aura angker, dan ritual spiritual. Di sisi lain, Gunung Kawi juga menjadi lokasi ziarah yang disakralkan, khususnya di area Pesarean makam Kanjeng Kyai Zakaria II atau Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono.
Pada 2025, komedian Pandji Pragiwaksono dan Dzawin Nur mendatangi Gunung Kawi dengan pendekatan berbeda. Mereka tidak datang untuk ritual. Mereka datang untuk mendaki. Tujuannya jelas. Menguji ketakutan, mematahkan anggapan mistis, dan membuktikan lewat pengalaman langsung. Semua proses itu mereka dokumentasikan dalam konten YouTube.
Dzawin menjadi sosok yang mengajak Pandji dalam pendakian ini. Ia ingin menunjukkan bahwa rasa takut sering kali lahir dari cerita yang terus diwariskan tanpa diuji. Pendakian Gunung Kawi mereka kemas sebagai petualangan. Ada unsur horor, ada komedi, dan ada eksplorasi alam yang nyata.
Perjalanan menuju puncak tidak digambarkan sebagai hal ringan. Jalur pendakian terasa sunyi. Atmosfernya menekan secara psikologis, terutama bagi pendaki yang sudah membawa bayangan cerita mistis. Mereka memilih berkemah di pos 4. Di titik ini, Dzawin bahkan menggelar stand-up night di tengah hutan. Aksi ini menjadi kontras kuat dengan citra Gunung Kawi yang selama ini dianggap mencekam.
Salah satu momen yang paling dibicarakan adalah saat Pandji diminta mengucapkan “pesan terakhir”. Situasi ini membuat Pandji panik. Bukan karena kejadian gaib, tetapi karena sugesti dan tekanan suasana. Adegan ini memperlihatkan bagaimana ketakutan sering muncul dari pikiran sendiri, bukan dari kejadian nyata.
Saat mencapai puncak Gunung Kawi dengan ketinggian sekitar 2.605 hingga 2.606 meter di atas permukaan laut, suasana yang mereka temui berbeda dari bayangan banyak orang. Area puncak dipenuhi tumpukan bebatuan. Beberapa sesajen juga terlihat. Namun tidak ada peristiwa aneh atau gangguan supranatural seperti yang sering diceritakan.
Pendakian ini menunjukkan sisi lain Gunung Kawi. Alamnya tetap indah. Jalurnya menantang. Atmosfernya sunyi. Semua itu bisa dinikmati tanpa harus dibungkus ketakutan berlebihan. Konten Pandji dan Dzawin justru menempatkan Gunung Kawi sebagai ruang petualangan, bukan sekadar simbol mistis.
Kisah ini menarik karena menyentuh banyak lapisan. Ada budaya. Ada mitos. Ada keberanian untuk menguji cerita lama. Ada hiburan yang dibangun dari pengalaman nyata. Gunung Kawi tetap memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi sebagian orang. Namun pendakian ini memberi sudut pandang baru. Rasa takut bisa ditantang. Mitos bisa diuji. Dan alam tetap bisa dinikmati dengan logika dan kesadaran penuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung