Malang - Jembatan Pintu Air Sengkaling menjadi akses penting bagi warga Tegal Gondo menuju Jalan Raya Sengkaling, Kota Malang. Jembatan ini menghubungkan permukiman padat dengan jalur utama kendaraan.
Lebarnya terbatas. Kendaraan tidak bisa melintas bersamaan dari dua arah. Warga harus bergantian saat melewati jembatan. Antrean sering terlihat, terutama pada jam berangkat kerja dan pulang sekolah.
Meski harus menunggu, masyarakat tetap memilih jalur ini. Aksesnya paling dekat dan paling efisien. Jika memutar, jarak tempuh bisa bertambah beberapa kilometer.
Jembatan ini juga menjadi jalur ekonomi. Pedagang, pekerja, hingga mahasiswa melintasi titik ini setiap hari. Aktivitas warga menggantungkan mobilitas pada jembatan tersebut.
Lokasinya berada di sekitar aliran pintu air Sengkaling. Struktur jembatan berfungsi sebagai penghubung sekaligus berada dekat sistem irigasi. Kombinasi ini membuat kawasan selalu ramai.
Kondisi antre bergantian sudah menjadi kebiasaan. Warga saling memberi isyarat saat melintas. Pola ini menunjukkan solidaritas sosial yang terbentuk karena keterbatasan infrastruktur.
Peran jembatan tidak hanya soal akses jalan. Jembatan ini menjadi simpul penghubung antarwilayah. Tegal Gondo terhubung langsung dengan pusat aktivitas di Jalan Raya Sengkaling.
Jika mobilitas meningkat, kebutuhan pelebaran atau rekayasa lalu lintas akan semakin mendesak. Saat ini, Jembatan Pintu Air Sengkaling tetap menjadi urat nadi warga. Sederhana, padat, dan vital bagi kehidupan sehari hari masyarakat sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung