Malang - Pasar Sayur Kedungboto di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menjadi pusat perputaran ekonomi warga setiap hari. Pasar ini mulai beroperasi sekitar pukul 12.00 hingga sore hari. Sejak siang, pedagang sudah menata lapak dan menyusun hasil panen yang baru dipetik dari lahan pertanian sekitar.
Sayuran yang dijual berasal dari petani lokal. Produk yang tersedia antara lain seledri, kacang panjang, bayam, selada air, kangkung, hingga berbagai jenis daun hijau lain. Kondisi sayuran masih segar karena distribusi dilakukan dalam waktu singkat dari lahan ke pasar. Hal ini membuat kualitas produk tetap terjaga dan diminati pembeli.
Aktivitas jual beli berlangsung dinamis. Ibu rumah tangga datang untuk memenuhi kebutuhan dapur harian. Pedagang keliling dan pemilik warung makan membeli dalam jumlah lebih besar untuk dijual kembali. Pola ini menciptakan rantai distribusi pendek yang menguntungkan petani dan pedagang.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Rata-rata harga sayuran daun berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per ikat, tergantung musim dan ketersediaan stok. Sistem tawar-menawar masih terjadi, namun berlangsung cepat. Pedagang melayani pembeli secara langsung tanpa perantara sehingga transaksi lebih efisien.
Selain fungsi ekonomi, pasar ini juga menjadi ruang interaksi sosial. Warga saling bertukar informasi, mulai dari kabar panen hingga kebutuhan hajatan. Suasana ramai terlihat hampir setiap sore, terutama menjelang akhir pekan saat jumlah pembeli meningkat.
Keberadaan Pasar Sayur Kedungboto memperkuat posisi Tumpang sebagai wilayah dengan basis pertanian aktif. Pasar ini membantu petani memasarkan hasil panen tanpa harus mengirim ke pasar besar di Kota Malang. Biaya distribusi lebih rendah dan margin keuntungan dapat dipertahankan di tingkat lokal.
Dengan aktivitas rutin setiap hari, pasar ini berperan sebagai penopang ekonomi mikro masyarakat. Perputaran uang terjadi secara langsung di lingkungan sekitar. Model pasar seperti ini menunjukkan bahwa pasar tradisional tetap relevan sebagai penggerak ekonomi daerah dan penghubung utama antara produsen dan konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: