Jumat, 27 MARET 2026 • 12:02 WIB

Praktis Tanpa Ribet, Warga Malang Pilih Ketupat Jadi dari Pasar

Author

Ketupat yang Siap Olah (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Tradisi membuat ketupat saat Lebaran mulai mengalami perubahan di Kota Malang. Banyak warga kini memilih cara yang lebih praktis. Mereka membeli ketupat jadi yang siap diolah di rumah.

Fenomena ini terlihat di sejumlah pasar tradisional. Pedagang menyediakan ketupat matang dalam jumlah besar. Pembeli tinggal datang dan memilih sesuai kebutuhan.

Ketupat dijual dalam kondisi siap konsumsi. Proses panjang seperti menganyam janur dan merebus berjam-jam tidak lagi harus dilakukan sendiri. Ini menjadi solusi bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu.

Harga ketupat jadi juga relatif terjangkau. Di beberapa pasar, satu ikat berisi 5 sampai 10 ketupat dijual dengan harga belasan ribu rupiah. Pilihan ini dianggap lebih efisien dibanding membuat sendiri dari awal.

Permintaan biasanya meningkat menjelang Lebaran. Pedagang bisa menjual ratusan hingga ribuan ketupat dalam sehari. Momentum ini menjadi peluang usaha musiman yang menjanjikan.

Pembeli datang dari berbagai kalangan. Mulai dari keluarga muda hingga perantau yang tinggal di Malang. Mereka ingin tetap menikmati tradisi tanpa proses yang rumit.

Meski praktis, rasa ketupat tetap menjadi pertimbangan. Pembeli cenderung kembali ke pedagang yang sudah dipercaya. Kualitas beras dan cara memasak memengaruhi tekstur dan cita rasa.

Perubahan ini menunjukkan pola konsumsi yang semakin mengutamakan efisiensi. Tradisi tetap dijalankan, tetapi dengan cara yang lebih sederhana.

Ketupat jadi dari pasar menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Warga tetap bisa merayakan Lebaran dengan hidangan khas tanpa harus repot di dapur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU