Malang - Pasar Oro-Oro Dowo selama ini dikenal sebagai surga kuliner tradisional di Kota Malang. Setiap pagi, pasar yang berada di kawasan Klojen ini dipadati pembeli yang berburu aneka jajanan legendaris, kopi, hingga makanan khas daerah. Namun di tengah hiruk pikuk aktivitas pasar, terdapat satu sudut yang menarik perhatian pengunjung, terutama mereka yang gemar berburu produk kerajinan lokal.
Di antara deretan lapak kuliner dan kebutuhan sehari-hari, terselip gerai tas anyaman yang menawarkan berbagai model unik dengan sentuhan motif khas. Produk-produk ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak hanya berfungsi sebagai tas belanja, tetapi juga telah berkembang menjadi aksesori fesyen yang diminati berbagai kalangan.
Tas-tas tersebut dibuat secara manual menggunakan teknik anyaman tangan. Berbagai motif ditawarkan, mulai dari motif bunga yang lembut hingga motif hewan yang banyak disukai anak-anak. Setiap tas memiliki karakter berbeda sehingga memberikan kesan eksklusif bagi pemiliknya. Keunikan inilah yang membuat banyak pengunjung sengaja mampir untuk melihat koleksi yang tersedia.
Selain berbahan plastik, beberapa produk juga menggunakan eceng gondok yang diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Material alami ini memberikan nuansa tradisional yang saat ini justru semakin diminati. Di tengah tren produk ramah lingkungan dan kerajinan lokal, tas berbahan eceng gondok menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Malang dengan sentuhan budaya lokal.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Dengan puluhan ribu rupiah, pengunjung sudah dapat membawa pulang tas anyaman dengan berbagai ukuran. Mulai dari tas kecil untuk kebutuhan harian hingga tas berukuran besar yang cocok digunakan saat berbelanja atau beraktivitas di luar rumah.
Menariknya, pembeli tidak hanya berasal dari warga Malang. Pada akhir pekan dan musim liburan, banyak wisatawan dari luar kota yang menjadikan tas anyaman ini sebagai buah tangan. Mereka menilai produk tersebut memiliki nilai estetika sekaligus merepresentasikan kreativitas pelaku UMKM lokal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar tradisional tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi kebutuhan pokok. Pasar Oro-Oro Dowo berkembang menjadi ruang yang mempertemukan kuliner, budaya, dan kreativitas masyarakat dalam satu kawasan. Pengunjung dapat menikmati sarapan khas Malang, berburu jajanan legendaris, sekaligus menemukan produk kerajinan yang unik dalam satu kunjungan.
Bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman berbeda saat berkunjung ke Kota Malang, berburu tas anyaman di Pasar Oro-Oro Dowo bisa menjadi pilihan menarik. Di balik bentuknya yang sederhana, setiap anyaman menyimpan cerita tentang kreativitas tangan-tangan lokal yang terus menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan selera pasar modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung