Jumat, 24 JULI 2026 • 23:59 WIB

Cagar Budaya Candi Jawar, Jejak Peradaban Kuno yang Masih Menyimpan Misteri di Kabupaten Malang

Author

Cagar Budaya Candi Jawar (Foto Istimewa)

Malang - Kabupaten Malang dikenal memiliki banyak peninggalan sejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Nusantara. Selain Candi Singosari, Candi Kidal, dan Candi Badut yang telah lebih dahulu populer, terdapat sebuah situs bersejarah yang masih belum banyak diketahui masyarakat, yakni Candi Jawar atau yang juga dikenal sebagai Candi Jawar Ombo di Kecamatan Ampelgading.

Candi Jawar berada di Desa Mulyosari, sebuah kawasan yang dikelilingi panorama alam khas lereng selatan Kabupaten Malang. Situs ini pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada tahun 1983 dalam kondisi masih tertimbun tanah. Penemuan tersebut membuka lembaran baru mengenai keberadaan peninggalan arkeologi yang hingga kini masih menyimpan banyak teka-teki sejarah.

Berbeda dengan sejumlah candi lain di Malang yang telah banyak diteliti, informasi mengenai Candi Jawar masih sangat terbatas. Para peneliti belum menemukan secara pasti kerajaan, tokoh, maupun fungsi utama bangunan tersebut. Justru karena minimnya data sejarah itulah Candi Jawar menjadi salah satu situs yang menarik perhatian para arkeolog untuk terus dikaji.

Secara arsitektur, Candi Jawar memiliki bentuk dasar berupa bangunan persegi berukuran sekitar enam meter kali enam meter dengan tinggi bagian alas sekitar 60 sentimeter. Pada bagian lantai ditemukan empat umpak batu yang memiliki lubang di tengah. Struktur tersebut diduga menjadi tempat berdirinya tiang kayu yang dahulu menopang atap berbahan ijuk atau rumbia. Orientasi bangunan menghadap ke arah Gunung Semeru, sebuah ciri yang dipercaya memiliki makna tersendiri dalam konsep ruang masyarakat masa lampau.

Meski hanya tersisa bagian kaki bangunan, detail pahatan batu pada beberapa sisi masih memperlihatkan nilai seni tinggi. Bentuk pelipit yang tersusun dari profil setengah lingkaran dan bidang persegi menunjukkan kemampuan teknik pembangunan yang berkembang pada zamannya. Sisa struktur tersebut menjadi bukti bahwa kawasan Ampelgading pernah menjadi bagian dari aktivitas budaya masyarakat kuno di wilayah timur Pulau Jawa.

Saat ini Candi Jawar telah ditetapkan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya Kabupaten Malang. Area situs telah dilengkapi fasilitas dasar seperti lahan parkir, toilet, dan tempat ibadah bagi umat Hindu. Pengelolaannya melibatkan pemerintah desa sehingga keberadaan situs ini tetap terjaga sebagai aset budaya daerah.

Keberadaan Candi Jawar menjadi pengingat bahwa Kabupaten Malang masih menyimpan banyak peninggalan sejarah yang belum sepenuhnya terungkap. Setiap batu yang tersusun di situs tersebut menjadi bagian dari cerita panjang tentang kehidupan masyarakat masa lalu yang masih menunggu untuk diteliti lebih dalam.

Melestarikan Candi Jawar bukan sekadar menjaga bangunan tua. Upaya tersebut juga berarti merawat identitas budaya dan warisan sejarah agar tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang. Dengan semakin banyaknya perhatian dari masyarakat, akademisi, dan pemerintah, bukan tidak mungkin Candi Jawar akan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan yang memperkaya khazanah cagar budaya di Kabupaten Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU