Tembok lanitai 3 pasar besar ambrol (Facebook/AsliMalang)
MALANG – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Pasar Besar Kota Malang pada Selasa siang (1/7/2025), ketika sebagian tembok pembatas di lantai 3 bagian barat tiba-tiba runtuh dan menimpa seorang pedagang yang sedang bersiap meninggalkan tempat jualannya.
Korban yang diketahui bernama Umi (45), warga Kedungkandang, mengalami luka di kepala, kaki, dan tangan bagian kiri. Saat kejadian, Umi sedang berkemas untuk pulang setelah berjualan pisang. Tembok dengan panjang sekitar satu meter itu roboh secara tiba-tiba dan menjatuhi korban dari ketinggian. Meski mengalami luka cukup serius, korban masih dalam keadaan sadar dan segera dilarikan ke RS Panti Nirmala menggunakan becak motor (bentor).
"Saya sedang berjaga di dekat situ, tiba-tiba terdengar suara keras dari atas, 'bruak!', dan ternyata tembok jatuh menimpa ibu-ibu penjual pisang. Kayaknya memang mau pulang waktu itu," ungkap Handis Hariawan (31), seorang juru parkir yang menjadi saksi mata kejadian.
Menurut Handis, tembok yang runtuh merupakan pagar pembatas luar yang berada di lantai tiga pasar. Di atasnya terdapat tanaman liar dengan akar besar yang tumbuh tak terkendali. Ia menduga akar tanaman tersebut menyebabkan struktur tembok retak dan akhirnya ambruk.
Tak lama setelah kejadian, pihak pengelola pasar membenarkan insiden tersebut. Suparji, selaku Pelaksana Pasar Besar Kota Malang, mengonfirmasi bahwa ini bukan kali pertama terjadi. Sekitar lima bulan lalu, kerusakan juga terjadi di sisi lain pasar, meskipun saat itu hanya keramik yang rontok.
"Benar, memang pernah kejadian juga sebelumnya. Tapi kali ini yang jatuh bagian tembok luar, panjangnya kira-kira satu meter. Korban alami luka sedang," jelas Suparji.
Ia menambahkan bahwa usia bangunan Pasar Besar yang sudah berdiri sejak 1991 menjadi salah satu penyebab utama rentannya struktur bangunan. Saat ini hampir seluruh bagian pasar masuk dalam kategori area rawan kerusakan.
"Karena usia bangunan yang sudah lebih dari 30 tahun, banyak titik yang berpotensi membahayakan. Untuk sementara kami akan pasang peringatan di area rawan dan melarang aktivitas berjualan di titik tersebut," imbuhnya.
Ketika ditanya soal kemungkinan evakuasi total atau penutupan seluruh lantai, Suparji menjelaskan bahwa hingga saat ini tindakan yang diambil masih bersifat lokal, terbatas pada lokasi kejadian. Namun, pihak pengelola akan melakukan analisis lebih lanjut terkait potensi kerusakan lainnya dan mengambil tindakan sesuai hasil pengecekan lapangan.
Meski pengecekan dilakukan secara berkala setiap hari, Suparji mengakui bahwa bangunan tua tetap membutuhkan perhatian khusus. Ia berharap ke depan ada upaya pemeliharaan atau peremajaan bangunan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung