Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 13 JULI 2025 • 10:03 WIB

Sambutan Hangat Warga Bandung, Aremania Buktikan Damai di Tanah Rantau

Sambutan Hangat Warga Bandung, Aremania Buktikan Damai di Tanah RantauAremania hadir di stadion Si Jalak Harupat (aremafc.com)

Bandung – Suasana haru dan penuh semangat terasa saat ribuan Aremania hadir langsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, untuk mendukung Arema FC dalam lanjutan turnamen Piala Presiden 2025. Yang menjadikannya momen istimewa: ini adalah kali pertama suporter Singo Edan kembali diizinkan away ke kandang lawan sejak tragedi Kanjuruhan 2022.

Tidak hanya diizinkan, kehadiran Aremania bahkan disambut hangat oleh warga Bandung dan Bobotoh, seolah menjadi pertanda bahwa luka masa lalu perlahan bisa disembuhkan melalui sepak bola yang damai dan persaudaraan antar suporter.

Baca juga: Jelang Hadapi Oxford United, Arema FC Punya Rekor Positif Lawan Tim Non-Asia

Larangan suporter tamu hadir di kandang lawan selama ini menjadi bayang-bayang kelam usai tragedi Kanjuruhan. Peristiwa memilukan tersebut membuat Aremania dan banyak kelompok suporter lainnya kehilangan akses untuk hadir langsung di stadion saat laga tandang.

Namun, Piala Presiden 2025 menjadi titik balik. Aremania menjadi kelompok suporter pertama yang kembali mendapat izin untuk hadir away, dan kepercayaan itu mereka balas dengan tertib, damai, dan penuh semangat sportivitas.

Sesampainya di Bandung, Aremania tak sekadar datang sebagai suporter, melainkan sebagai tamu yang dihormati. Tidak terlihat ketegangan atau ketakutan. Warga sekitar menyambut mereka dengan ramah, dan pihak keamanan pun memberikan ruang yang cukup bagi mereka untuk mengekspresikan dukungan.

Beberapa Aremania bahkan terlihat bercengkerama dengan Bobotoh, saling tukar atribut, hingga foto bersama. Sebuah pemandangan langka yang dulu hanya bisa dibayangkan.

“Ini bukan soal sepak bola saja, tapi soal rekonsiliasi dan keberanian memulai kembali, saling percaya dan menghormati,” ujar Farhan, salah satu Aremania asal Lowokwaru, Malang, yang hadir bersama rombongannya.

Apa yang dilakukan Aremania di Bandung membuktikan bahwa pertandingan tandang dengan kehadiran suporter lawan bisa berlangsung damai. Tidak ada kericuhan, tidak ada provokasi, hanya semangat mendukung tim kesayangan masing-masing di tribun yang berbeda.

Ini menjadi argumen kuat agar kompetisi Liga 1 Super League 2025/2026 tidak lagi memberlakukan larangan suporter tamu datang ke stadion. Justru dengan pengelolaan yang baik dan komitmen suporter untuk damai, pertandingan bisa menjadi ruang dialog dan silaturahmi antar basis fans.

Kisah Aremania di Bandung bukan hanya soal dukungan untuk Arema FC, tapi juga tentang bagaimana sepak bola bisa menyatukan yang sempat terpecah. Tentang keberanian untuk datang, tentang penerimaan warga kota lain, dan tentang harapan bahwa sepak bola Indonesia bisa tumbuh di atas nilai-nilai kemanusiaan, bukan dendam atau trauma.

Kini, tidak ada lagi alasan bagi pihak berwenang untuk mempertahankan larangan away di kompetisi musim depan. Aremania telah menunjukkan bahwa mereka bisa tertib dan damai dan mungkin, suporter lain akan segera menyusul langkah ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@aremamedia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sambutan Hangat Warga Bandung, Aremania Buktikan Damai di Tanah Rantau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!