Pedangan Bendera di Kota Malang (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana khas bulan Agustus mulai terasa di berbagai penjuru Kota Malang. Salah satu pemandangan yang mencolok adalah munculnya penjual bendera merah putih di pinggir-pinggir jalan kota.
Mulai dari bendera ukuran kecil hingga yang berukuran besar, berbagai aksesoris bertema kemerdekaan juga turut dijajakan. Umumnya, para pedagang ini memanfaatkan trotoar atau bahu jalan yang ramai dilalui kendaraan, seperti kawasan Jalan Ijen, Jalan Soekarno Hatta, hingga Jalan Semeru.
“Sudah jadi rutinitas tiap tahun, biasanya mulai ramai pembeli di awal Agustus,” ujar salah satu pedagang bendera. Ia mengaku sudah berjualan bendera sejak akhir Juli agar bisa lebih dulu menjaring pelanggan, terutama dari kalangan pemilik toko, kantor, dan sekolah yang ingin segera memasang atribut kemerdekaan.
Harga yang ditawarkan cukup bervariasi, tergantung ukuran dan jenis kain. Bendera kain satin misalnya, dibanderol lebih mahal dibanding kain biasa karena tampilannya yang lebih mengilap dan awet. Selain bendera, pedagang juga menyediakan umbul-umbul, background dekorasi, hingga pita merah putih untuk pagar rumah atau gapura.
Antusiasme masyarakat dalam menyambut Agustusan terasa kuat. Meski sebagian besar atribut dijual musiman, permintaan tetap stabil tiap tahun. Bagi para pedagang musiman, momen ini menjadi peluang tambahan rezeki sekaligus bagian dari semangat nasionalisme. Kota pun perlahan berubah nuansa: merah putih mulai menghiasi jalan-jalan, menandakan bulan kemerdekaan telah tiba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung