Malang - Dalberto benar-benar jadi buah bibir di awal musim Super League 2025/2026. Penyerang asal Brasil yang musim lalu direkrut Arema FC dari Madura United (MU) ini langsung tancap gas dengan torehan enam gol hanya dalam tiga laga. Catatan tersebut menempatkannya di puncak daftar topskor sementara, sekaligus membuktikan ketajamannya yang makin matang di musim keduanya bersama Singo Edan.
Performa impresif Dalberto bukanlah kejutan sepenuhnya. Di musim perdananya bersama Arema, ia sudah menunjukkan potensi besar meski masih beradaptasi dengan skema tim. Kini, dengan chemistry yang lebih padu bersama rekan setim, ia menjelma jadi predator berbahaya di kotak penalti lawan.
“Gol-gol itu bukan semata karena saya, tetapi karena kerja sama tim. Musim ini semua pemain semakin percaya satu sama lain, dan itu membuat saya lebih mudah berada di posisi yang tepat,” ungkap Dalberto.
Pengalamannya bersama Madura United juga jadi bekal berharga. Eks striker MU itu terbiasa menghadapi tekanan dan gaya main keras di kompetisi kasta tertinggi. Tak heran, kini ia tampil lebih dewasa dan efisien dalam memanfaatkan peluang.
Selain insting gol yang tajam, Dalberto juga dikenal punya sikap rendah hati. Alih-alih terbuai dengan gelar top skor sementara, ia justru menekankan pentingnya kemenangan tim. “Yang utama adalah tiga poin untuk Arema. Gol hanya bonus, yang penting tim terus menang,” tambahnya.
Kehadiran Dalberto jelas jadi aset besar bagi Arema FC. Jika performanya konsisten, bukan tak mungkin ia akan menjadi salah satu striker paling menakutkan di Super League musim ini sekaligus ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online