Kabel semrawut di kawasan jl. Borobudur (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Penataan ulang kabel udara di Kota Malang sebenarnya sudah diwacanakan sejak tahun 2024. Namun hingga kini, kabel semrawut yang menjuntai di berbagai titik jalan utama masih menjadi pemandangan sehari-hari sekaligus keluhan masyarakat.
Warga menilai kondisi kabel yang menumpuk dan saling silang tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga membahayakan keselamatan. “Kadang pas jalan malam itu ngeri, ada kabel menjuntai rendah. Selain bikin kumuh, juga bikin was-was,” ungkap Rudi, warga Jalan Soekarno-Hatta.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: kapan penataan ulang benar-benar terealisasi?
Sebagai salah satu kota pendidikan dan wisata, Malang sedang gencar menata ruang publik agar lebih nyaman. Namun, tumpukan kabel yang melintang sembarangan kerap mengganggu wajah kota.
Aktivis lingkungan perkotaan menyebut, keberadaan kabel yang semrawut bisa mengurangi daya tarik wisata serta merusak kesan Malang sebagai kota yang asri. “Estetika kota itu penting. Malang bisa lebih cantik tanpa hutan kabel di atas kepala kita,” ujar mereka.
Selain faktor keindahan, kabel udara yang tidak tertata rapi juga rawan menimbulkan bahaya. Kasus kabel putus karena tertabrak kendaraan tinggi atau korsleting yang memicu kebakaran bukan hal baru.
Jika penataan ulang kabel bisa segera dilakukan, warga meyakini manfaatnya akan terasa ganda: kota lebih indah, lingkungan lebih aman, dan wajah Malang lebih ramah bagi wisatawan maupun investor.
Meski penataan ulang masih sebatas wacana, masyarakat berharap pemerintah kota dapat segera menindaklanjuti. “Kami ingin jalanan bersih dari kabel semrawut. Malang kan punya potensi jadi kota wisata kelas dunia. Jangan sampai kalah cuma karena masalah kabel,” kata Siti, pedagang di kawasan Kayutangan Heritage.
Harapan warga sederhana: Malang yang lebih aman, nyaman, dan indah. Kabel yang tertata rapi akan menjadi simbol komitmen kota dalam merawat ruang publik dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung