Dapur Makan Bergizi Gratis (Foto Istimewa)
Kabupaten Malang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberi keleluasaan lebih kepada siswa. Mereka bisa memilih jenis lauk yang disukai asal tersedia. Kebijakan itu muncul sebagai bentuk fleksibilitas agar anak tidak terpaksa makan makanan yang mereka tidak sukai atau berpotensi menyebabkan masalah pencernaan.
Dalam praktiknya, sekolah menyampaikan daftar pilihan lauk ke penyedia makanan. Siswa kemudian bisa memilih dari daftar tersebut satu lauk sesuai preferensi mereka. Misalnya antara lauk ayam, ikan, atau telur. Dengan cara ini, harapannya jumlah makanan yang dibuang bisa dikurangi.
Pihak sekolah dan dinas pendidikan menekankan bahwa opsi ini harus tetap memperhatikan gizi seimbang. Lauk pilihan tetap harus memenuhi standar protein, lemak, dan karbohidrat yang sesuai. Selain itu, kebersihan dan keamanan makanan tetap menjadi prioritas.
Mekanisme request lauk itu diawasi oleh petugas sekolah. Siswa yang alergi atau tidak cocok dengan suatu lauk bisa memilih opsi lain. Bila lauk yang di-request habis, penyedia makanan diminta mencari pengganti sejenis agar siswa tetap mendapatkan lauk protein.
Langkah ini disambut baik oleh siswa maupun orang tua. Dengan memilih sendiri lauk mereka merasa lebih nyaman dan tidak memaksakan makan makanan yang tidak cocok. Sekolah berharap kebijakan ini bisa meningkatkan partisipasi dan kepuasan terhadap program MBG.
Program MBG dengan opsi lauk ini diharapkan menjadi model baru pelaksanaan program makanan sekolah. Jika berhasil, pendekatan serupa bisa diterapkan di daerah lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: