Malang - Pemerintah Kota Malang menyiapkan layanan trauma healing untuk santri asal Malang yang menjadi korban ketika mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny roboh. Salah satu korban, bocah berusia 13 tahun, dirawat di RSUD Kota Malang setelah sebelumnya mendapat perawatan di rumah sakit di Sidoarjo.
Tim dari Dinas Sosial dan instansi terkait melakukan asesmen psikologis guna memetakan kondisi mental korban. Jika diperlukan, mereka akan menghadirkan pendamping psikolog profesional. Secara fisik korban dilaporkan dalam kondisi baik, tanpa luka serius, dan mampu berkomunikasi dengan baik.
Dinas Kesehatan juga mendukung proses pemulihan mental korban melalui konsultasi ke poli saraf di RSUD. Hingga kini, baru satu orang warga Malang yang tercatat sebagai korban ambruknya mushala tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News