Malang - Pengujian laboratorium pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Dinoyo 2 menunjukkan bahwa 3 dari 4 sampel makanan mengandung mikroba. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyatakan bahwa sampel itu meliputi ayam suwir, tumis sayur (buncis, jagung, wortel), dan nassemuanya positif mikroba. Hanya tahu goreng yang dinyatakan bebas dari kontaminasi.
Faktor utama yang diduga menyebabkan kontaminasi mikroba adalah kurang bersihnya pencucian food tray (ompreng) yang digunakan sebagai wadah makanan. Wadah tersebut sebelumnya digunakan untuk menu ikan dori, dan dicurigai tidak dibersihkan secara menyeluruh sebelum digunakan kembali.
Selain itu, penyimpanan bahan makanan yang tidak sesuai suhu dan penggunaan air sumur dalam proses memasak juga menjadi potensi risiko penyebaran mikroba. Dinkes mendorong agar proses pencucian wadah dilakukan dengan merendam menggunakan air panas, agar sisa lemak dan mikroba bisa hilang lebih efektif.
Langkah pencegahan yang disarankan antara lain: memastikan kebersihan alat makan, menjaga suhu penyimpanan bahan makanan, menguji kelayakan higienis dapur penyedia MBG, serta menggunakan air PDAM dalam proses memasak.
Sekolah dan penyelenggara gizi kini menghadapi tekanan untuk meningkatkan pengawasan dan standar kebersihan dalam penyajian MBG. Pemerintah kota memberi sinyal akan memperkuat inspeksi dan audit berkala guna mencegah kejadian serupa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online