Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 06:37 WIB

Dilema Wisata Tematik Kota Malang yang Mulai Sepi dan Tak Terawat

Dilema Wisata Tematik Kota Malang yang Mulai Sepi dan Tak TerawatKampung warna warni dan kampung Tridi. (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Kota Malang pernah dikenal sebagai pelopor wisata kampung tematik di Indonesia. Konsep ini lahir dari semangat warga yang ingin memoles kampungnya menjadi destinasi wisata unik dengan karakter khas, mulai dari Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Tridi, Kampung Biru Arema, hingga Kampung Putih. Awalnya, ide ini sukses besar. Ribuan wisatawan datang setiap minggu, ekonomi warga menggeliat, dan Malang menjadi sorotan nasional karena kreativitas warganya.

Namun, kejayaan itu kini mulai meredup. Banyak kampung tematik menghadapi persoalan serius. Cat warna yang dulu mencolok kini memudar. Fasilitas permainan rusak. Spot foto yang dulu ramai kini sepi pengunjung. Sejumlah wahana seperti jembatan kaca dan flying fox bahkan sudah tidak berfungsi lagi.

Dari total sekitar 23 kampung tematik yang tercatat di Kota Malang, hanya segelintir yang masih aktif dan dikenal publik. Sebagian besar justru kehilangan daya tarik karena kurangnya perawatan dan promosi. Banyak kampung mengandalkan swadaya masyarakat, sementara dukungan anggaran dari pemerintah berkurang seiring waktu. Akibatnya, pengelolaan tidak merata dan banyak pengurus kewalahan menjaga keberlanjutan.

Masalah lain muncul dari kurangnya koordinasi antar kampung tematik. Beberapa pengelola sempat bersaing dalam menarik wisatawan tanpa strategi kolaboratif. Situasi ini menimbulkan dilema baru, di mana semangat gotong royong perlahan bergeser menjadi persaingan ekonomi. Padahal, kekuatan awal wisata tematik Malang justru terletak pada sinergi komunitas dan kreativitas bersama.

Melihat kondisi tersebut, diperlukan langkah serius agar wisata tematik tidak mati suri. Pemerintah daerah perlu kembali memberi perhatian pada perawatan fasilitas dan pendampingan manajemen. Warga juga bisa dilibatkan lebih aktif agar muncul rasa memiliki terhadap kampung wisata mereka. Selain itu, perlu ada inovasi dalam promosi digital agar wisata tematik kembali relevan dengan tren media sosial saat ini.

Wisata tematik pernah menjadi wajah baru pariwisata Kota Malang yang membanggakan. Agar tak sekadar tinggal kenangan, semua pihak perlu turun tangan menghidupkan kembali semangat yang dulu membuat kampung-kampung itu berwarna bukan hanya di dinding, tapi juga di hati warganya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Group Media Malang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dilema Wisata Tematik Kota Malang yang Mulai Sepi dan Tak Terawat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!