Jembatan darurat yang dibangun sendiri oleh warga. (Foto Istimewa)
Malang - Warga Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang bertindak cepat setelah akses di kawasan mereka terhambat akibat ambruknya jembatan utama. Akses alternatif dibangun secara swadaya oleh sekitar 75 warga RT 04/RW 05 dalam satu hari memakai bambu dan kayu. Pengerjaan dimulai Sabtu pagi dan selesai malam harinya.
Ketua RT 04/RW 05, Khotib Hambali, menyatakan bahwa jembatan alternatif ini membantu warga menuju sekolah, pasar, dan tempat kerja tanpa harus memutar jauh. Usaha ini muncul karena situasi yang makin mendesak—akses utama ambruk sejak pertengahan Oktober.
Sementara itu, pihak pemerintah kota melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman menyampaikan bahwa revitalisasi jembatan utama tak bisa dilakukan segera karena keterbatasan anggaran. Proses perbaikan total membutuhkan dana sekitar Rp 5 miliar, sedangkan anggaran darurat yang tersedia hanya Rp 2 miliar. Sebagai solusi sementara, akan dipasang jembatan bailey portabel.
Warga menyambut baik rencana tersebut tetapi menetapkan satu syarat: jembatan bambu yang mereka bangun harus dibongkar setelah jembatan bailey terpasang. Hingga saat itu, jembatan darurat akan dijaga 24 jam dan hanya dibuka hingga pukul 00.00 wib setiap hari demi keamanan.
Semangat gotong-royong warga menjadi sorotan utama dalam penanganan darurat ini. Meskipun bukan solusi permanen, langkah cepat mereka mengurangi beban mobilitas harian dan memberi waktu bagi pemerintah mempersiapkan perbaikan menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online