Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat kehormatan dengan hadirnya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, dalam kegiatan Forum Penguatan Kampus Berdampak bagi Dosen, Jumat (31/10/2025). Di dampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., dalam kesempatan tersebut, Menteri melakukan kunjungan singkat ke training center Teaching Factory (TEFA) Fakultas Vokasi UMM yang menjadi pusat pelatihan pemberangkatan lulusan vokasi ke Jepang.
Dekan Fakultas Vokasi UMM, Dr. Ir. Lailis Syafa’ah, M.T., menjelaskan bahwa kehadiran Menteri menjadi bentuk dukungan nyata terhadap komitmen universitas dalam mencetak lulusan vokasi yang siap bersaing di dunia industri global.
“Program TEFA ini merupakan salah satu bentuk nyata link and match antara kampus dan industri. Melalui pelatihan intensif ini, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga budaya kerja yang dibutuhkan di Jepang,” jelas Lailis.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Brian Yuliarto turut memberikan ucapan selamat dan motivasi kepada mahasiswa peserta pelatihan yang akan berangkat ke Jepang. Ia menilai, program penguatan SDM melalui kerja sama antara UMM dan industri Jepang merupakan langkah strategis yang perlu dicontoh oleh perguruan tinggi lainnya.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Vokasi adalah jantung dari pendidikan terapan yang harus langsung bersentuhan dengan kebutuhan industri. Apa yang dilakukan UMM sudah berada di jalur yang tepat,” ungkapnya.
Selain meninjau pelatihan di TEFA, kegiatan bersama Menteri ini juga menjadi bagian dari Forum Penguatan Kampus Berdampak, yang menghadirkan para dosen lintas fakultas untuk merefleksikan peran mereka dalam riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
Dalam forum tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis karya inovasi dosen dan mahasiswa, beberapa di antaranya telah berhasil dihilirisasi melalui Direktorat Saintek UMM.
Forum ini menegaskan komitmen UMM untuk menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
“Kehadiran Menteri menjadi dorongan semangat bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi dan menyiapkan SDM vokasi yang tangguh serta relevan dengan kebutuhan zaman,” tambah Dr. Lailis.
Melalui sinergi antara dunia akademik dan industri, Universitas Muhammadiyah Malang terus membuktikan diri sebagai kampus vokasi yang berdaya saing global membentuk generasi muda yang siap berkontribusi, baik di dalam maupun luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung