Ilustrasi transjatim (Foto Istimewa)
Malang - Manajemen Trans Jatim bersama Pejabat Pembuat Komitmen Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur memastikan kesiapan layanan transportasi menjelang arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Malang Raya. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penambahan ritase atau frekuensi perjalanan bus jika terjadi lonjakan penumpang.
Pejabat Pembuat Komitmen Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro, menjelaskan kebijakan tersebut akan diterapkan secara fleksibel. Penyesuaian ritase dilakukan dengan melihat kondisi jumlah penumpang selama periode libur Lebaran.
Malang Raya menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Timur. Setiap musim libur panjang, jumlah wisatawan yang datang cenderung meningkat. Kondisi ini juga berdampak pada kebutuhan transportasi umum, terutama layanan bus antarkota.
Saat ini terdapat 14 unit bus Trans Jatim yang beroperasi di wilayah Malang Raya. Setiap armada menjalankan tiga kali perjalanan pulang pergi setiap hari untuk melayani mobilitas masyarakat.
Jika jumlah penumpang meningkat selama masa Lebaran, ritase perjalanan akan ditambah. Setiap bus akan menjalankan empat kali perjalanan pulang pergi dalam sehari. Langkah ini dipilih agar kapasitas layanan meningkat tanpa harus menambah jumlah armada.
Skema tersebut dinilai lebih efisien. Penambahan frekuensi perjalanan memungkinkan layanan tetap berjalan optimal dengan armada yang sudah tersedia.
Dinas Perhubungan Jawa Timur juga terus memantau perkembangan jumlah penumpang. Evaluasi dilakukan secara berkala agar layanan transportasi tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Melalui strategi ini, Trans Jatim diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di Malang Raya. Transportasi publik yang terkelola baik menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas wisata dan perjalanan mudik selama libur Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung