Pengepul Kulit Sapi (Antara News)
Malang - Perayaan Idul Adha selalu membawa cerita tersendiri bagi para pelaku usaha musiman di Kota Malang. Salah satunya dirasakan para pengepul kulit sapi yang setiap tahun kebanjiran pasokan kulit hewan kurban dari masjid, mushola, hingga panitia penyembelihan di berbagai wilayah.
Sejak pagi usai proses penyembelihan dimulai, aktivitas di sejumlah tempat pengepulan kulit sapi terlihat lebih sibuk dibanding hari biasa. Tumpukan kulit sapi segar datang silih berganti menggunakan pikap hingga sepeda motor. Para pekerja tampak sigap membersihkan, melipat, lalu menaburi garam agar kualitas kulit tetap terjaga sebelum dikirim ke pabrik pengolahan.
Bagi para pengepul, Idul Adha menjadi momentum yang paling dinanti setiap tahun. Dalam waktu singkat, jumlah kulit sapi yang masuk bisa meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Tidak sedikit pengepul yang rela menambah tenaga kerja sementara demi mempercepat proses sortir dan pengawetan kulit.
Salah seorang pengepul kulit sapi di wilayah Kota Malang mengaku permintaan dari industri pengolahan kulit masih cukup tinggi. Kulit sapi hasil kurban biasanya akan diolah kembali menjadi berbagai produk seperti kerupuk rambak, bahan kerajinan, hingga material pelengkap industri fashion.
Menurutnya, kualitas kulit sangat menentukan harga jual. Kulit yang tidak sobek saat proses penyembelihan memiliki nilai lebih tinggi dibanding kulit yang rusak akibat salah teknik pengulitan. Karena itu, banyak pengepul berharap panitia kurban semakin memahami cara melepas kulit hewan dengan baik agar nilai ekonominya tetap maksimal.
Momentum Idul Adha juga ikut menggerakkan ekonomi warga sekitar. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk bekerja harian membantu proses bongkar muat, pembersihan, hingga penggaraman kulit sapi. Aktivitas tersebut menciptakan perputaran ekonomi tambahan yang cukup terasa, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Di beberapa titik pengepulan, aroma khas kulit sapi bercampur garam memenuhi area kerja. Meski terlihat sederhana, proses tersebut menjadi tahap penting sebelum kulit dikirim ke luar daerah. Sebagian besar kulit sapi dari Malang nantinya akan didistribusikan ke sentra industri pengolahan kulit di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
Tidak hanya soal keuntungan ekonomi, tradisi pengumpulan kulit sapi saat Idul Adha juga menjadi bagian dari rantai panjang pemanfaatan hewan kurban agar tidak ada bagian yang terbuang sia-sia. Dari tangan para pengepul inilah kulit sapi kembali memiliki nilai dan diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Bagi para pengepul di Kota Malang, Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan. Momen ini menjadi musim rezeki yang selalu dinanti setiap tahunnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung