Malang - Bagi sebagian siswa SMA yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur, pertengahan Juli 2025 ini mungkin akan menjadi titik awal mereka menata arah masa depan. Mereka bukan sekadar datang ke kampus untuk berkunjung, tapi larut dalam pengalaman belajar yang berbeda melalui program Digicamp yang diselenggarakan oleh BINUS Kampus Malang pada 15 hingga 26 Juli. Selama hampir dua pekan, siswa-siswa ini diajak menjelajahi langsung dunia kampus, bukan hanya dari balik brosur atau presentasi, tapi dari praktik nyata yang menyentuh langsung pengalaman dan rasa ingin tahu mereka.
Di antara berbagai rangkaian kegiatan seperti seminar, workshop, campus tour, dan kelas percobaan, jurusan Communication menjadi salah satu magnet yang menarik perhatian. Bukan tanpa alasan. Di saat media digital merajai dunia komunikasi, mereka melihat bagaimana kampus ini mengelola pembelajaran dengan serius dan standar yang mendekati industri sesungguhnya. Laboratorium digital content yang digunakan mahasiswa komunikasi BINUS langsung dibuka untuk peserta Digicamp. Bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk dicoba, disentuh, dan dialami sendiri.
Para siswa yang awalnya hanya terbiasa berada di depan kamera untuk tugas sekolah, tiba-tiba harus masuk ke ruang kontrol, memantau layar-layar monitor, mengatur jalur suara, dan menjalankan transisi tayangan dengan sistem broadcast yang nyata. Di ruang Master Control Room, mereka seperti dilempar ke pusat kendali dunia siaran tempat di mana tiap kesalahan teknis bisa berdampak langsung pada tayangan.
Tak sedikit yang canggung, namun wajah-wajah penasaran itu justru menunjukkan semangat belajar yang tak dibuat-buat. Mereka menyadari bahwa komunikasi digital hari ini bukan cuma soal jadi “anak medsos”, tapi bagaimana mengelola media sebagai alat komunikasi strategis, baik untuk industri kreatif maupun kebutuhan korporasi. Di ruang-ruang inilah mereka melihat bahwa menjadi komunikator masa kini juga harus paham teknologi, paham produksi, dan paham cara menyampaikan pesan dengan cara yang paling relevan.
Digicamp bukan hanya membuka pintu kampus, tapi juga membuka wawasan tentang profesi dan dunia nyata yang menanti di luar bangku SMA. Ada yang mulai membayangkan dirinya jadi produser, ada yang terpikat dengan dunia penyutradaraan konten digital, dan ada pula yang baru sadar bahwa komunikasi bukan hanya berbicara, tapi juga tentang mengatur pesan lewat beragam medium yang terus berkembang.
BINUS Kampus Malang tak hanya menghadirkan teknologi dan fasilitas, tapi juga menghadirkan pengalaman yang bagi banyak siswa, mungkin akan jadi alasan utama kenapa mereka kelak memilih jalan di bidang komunikasi. Digicamp mengubah kunjungan biasa menjadi pengalaman bermakna. Dan dari pengalaman itulah, banyak keputusan besar akan mulai terbentuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung