Minggu, 20 JULI 2025 • 22:58 WIB

Malang Raya Bergerak Bersama: Sinergi Tiga Kepala Daerah Demi Masa Depan yang Terintegrasi

Author

Ketiga kepala daerah duduk bersama untuk mempercepat realisasi program-program strategis kerja sama lintas batas sinergi Malang Raya. (Pemkot Batu)

Batu - Jumat malam (18/7) menjadi titik penting dalam sejarah kolaborasi pemerintahan di Malang Raya. Untuk pertama kalinya dalam periode kepemimpinan saat ini, tiga kepala daerah Wali Kota Batu Nurochman, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dan Bupati Malang HM Sanusi duduk satu meja di Balai Kota Among Tani, Kota Batu. Mereka tidak hanya berbicara, tetapi menyepakati langkah konkret dalam Forum Sinergitas Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Malang Raya.

Bukan sekadar seremoni, forum ini menjadi sinyal kuat bahwa Malang Raya sedang menapaki babak baru. Bukan lagi tentang siapa yang paling dominan, tapi bagaimana tiga wilayah dengan sejarah, budaya, dan persoalan yang saling beririsan bisa menyatu dalam kerja sama lintas batas. Sebuah cita-cita lama yang dulu hanya jadi wacana, kini mulai menemukan bentuknya.

Gagasan sinergi Malang Raya memang bukan hal baru. Tapi kali ini, semangat yang diusung berbeda: lebih konkret, lebih teknis, dan lebih mendesak. Tiga pemimpin menyadari bahwa tanpa kerja sama, pembangunan akan pincang. Kota Batu sebagai daerah hulu, Kabupaten Malang sebagai wilayah terluas dengan sumber daya melimpah, dan Kota Malang sebagai pusat pertumbuhan, ibarat potongan puzzle yang harus dirangkai demi membentuk gambaran besar: Malang Raya yang berdaya, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Baca juga: Kebijakan Parkir Elektronik Satu Pintu di Alun-Alun Batu Menuai Protes Jukir

Dalam pertemuan itu, sejumlah isu strategis langsung dibedah. Di antaranya pembangunan infrastruktur jalan tol dan jalan tembus antarwilayah, moda transportasi massal, pengelolaan sumber daya air, dan penanganan sampah yang selama ini menjadi tantangan klasik. Tak berhenti di situ, forum juga menyepakati pembentukan Pokja lintas daerah yang dipimpin oleh para Sekda. Masing-masing daerah diberi peran: Kabupaten Malang memimpin bidang transportasi, Kota Batu bertanggung jawab atas sumber daya air, dan Kota Malang sebagai koordinator isu sampah.

Wali Kota Batu, Nurochman, menyebut pertemuan ini sebagai momentum luar biasa. "Malang Raya ibarat potongan puzzle. Ada batas-batas wilayah administratif, tapi banyak hal yang saling berkaitan. Sudah saatnya sinergi bukan sekadar jargon, melainkan menjadi lompatan implementasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan pemanfaatan ruang yang saling terkoneksi, terutama dalam membangun jalur-jalur pengurai kemacetan. Kota Batu sebagai sumber mata air juga punya peran vital dalam pemenuhan kebutuhan air bersih warga Kota dan Kabupaten Malang. “Air ini kan kebutuhan bersama. Maka kita harus kelola bersama pula,” imbuh Cak Nur.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyoroti proyek-proyek besar seperti Tol Malang Kepanjen, jalur tembus Sukorejo Batu, dan gagasan pengembangan sky train wisata dari Pakis hingga Kepanjen. “Konektivitas inilah yang akan menjadikan Malang Raya semakin terintegrasi, tidak hanya dari sisi fisik tapi juga dari pelayanan publik dan pariwisata,” jelasnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menekankan pentingnya percepatan. Ia mencontohkan kerja sama layanan kesehatan antarwilayah yang sudah berjalan sejak 2021. “Warga Kabupaten bisa berobat di Puskesmas Kota Batu. Kenapa transportasi, sampah, dan air bersih tidak bisa begitu juga?” katanya. Menurutnya, kemacetan dan urbanisasi di Kota Malang tidak bisa diselesaikan sendiri. "Kita ini satu ekosistem. Malang Raya tak bisa dibangun sendiri-sendiri,” tegasnya.

Forum ini bukan hanya cerita tentang kolaborasi para kepala daerah. Ini adalah harapan bagi 3 juta lebih warga Malang Raya. Bahwa masa depan bukan hanya milik pusat kota, melainkan juga desa-desa di pinggiran. Bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan bersama. Dan bahwa pemerintahan bisa dan harus melampaui batas administratif demi kesejahteraan kolektif.

Langkah besar memang selalu dimulai dari niat yang sama dan langkah kecil yang konsisten. Semoga forum ini menjadi titik awal dari banyak perubahan positif ke depan: jalan bebas macet, air bersih yang merata, sistem transportasi modern, dan lingkungan yang lebih lestari.

Malang Raya telah memulai babak baru. Kini saatnya warga ikut terlibat, memberi masukan, dan ikut menjaga semangat sinergi ini agar tidak padam oleh ego sektoral, melainkan tumbuh menjadi gerakan kolaboratif lintas batas, lintas kepentingan, dan lintas generasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Batu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU