Malang - Kota Malang kembali menunjukkan wajah solidaritasnya. Usai demo yang sempat memanas dan meninggalkan kerusakan di beberapa titik pada Minggu dini hari, suasana berubah menjadi momen penuh kebersamaan. Bukan hanya aparat, tapi juga warga dan pengendara yang melintas turun tangan membersihkan sisa-sisa kericuhan.
Terlihat sejumlah warga dengan sigap merapikan water barrier yang tergeletak menutupi jalan. Beberapa lainnya memunguti sampah plastik dan kertas, sementara pengendara motor dan mobil berhenti sejenak untuk membantu memadamkan sisa-sisa api kecil yang masih mengepul di tepi jalan.
Meski masih gelap dan udara dingin menyelimuti dini hari Kota Malang, suasana berubah menjadi hangat ketika warga bahu-membahu memulihkan kondisi jalan agar bisa kembali dilalui dengan aman. Tawa ringan terdengar di sela-sela aktivitas, menandakan bahwa semangat gotong royong tetap hidup meski baru saja terjadi kericuhan.
“Kalau kita diam saja, jalan ini makin kotor dan susah dilewati. Jadi lebih baik kita bereskan bareng-bareng,” ujar seorang pengendara sambil menggeser water barrier ke pinggir.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik situasi sulit, kebersamaan dan kepedulian warga Kota Malang selalu hadir. Malam yang sebelumnya penuh riuh berubah menjadi saksi solidaritas: bagaimana masyarakat tidak hanya pasrah pada keadaan, tetapi justru hadir sebagai bagian dari solusi.
Dengan tangan-tangan sederhana, Kota Malang kembali dirapikan. Sebuah bukti nyata bahwa rasa memiliki kota ini tidak pernah padam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung