Jepara - Arema FC harus puas berbagi angka saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (30/8/2025). Laga pekan ke-4 BRI Super League 2025/2026 itu berakhir tanpa gol, namun menyimpan banyak cerita penting bagi Singo Edan.
Tambahan satu poin ini menandai perjalanan tak terkalahkan Arema FC dalam empat laga awal liga. Dua kemenangan dan dua hasil imbang sudah cukup untuk menjaga tren positif, meski lawan kali ini membuat mereka benar-benar kewalahan.
Persijap Jepara membuktikan diri bukan tim yang bisa diremehkan. Status mereka sebagai klub promosi justru menjadi bahan bakar semangat. Terbukti, enam tembakan tepat sasaran berhasil dilepaskan, memaksa kiper Arema, Adi Satryo, tampil gemilang dengan sederet penyelamatan krusial.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tak segan memberi apresiasi kepada lawan.
“Persijap adalah tim yang kuat. Mereka sudah membuktikan dengan menumbangkan Persib Bandung sebelumnya. Kami bersyukur bisa membawa pulang satu poin,” ujar pelatih asal Brasil itu.
Secara statistik, penguasaan bola kedua tim imbang 50-50. Namun efektivitas permainan Persijap jauh lebih terasa, membuat Arema harus bertahan ekstra keras sepanjang laga.
Laga ini juga menjadi ujian besar bagi Arema. Sang bomber andalan, Dalberto Luan, absen karena pulang ke Brasil untuk menyambut kelahiran anaknya. Kehilangan striker yang sudah mencetak enam gol dalam tiga laga awal terasa begitu nyata.
Selain Dalberto, tiga pemain muda juga tak bisa diturunkan. Achmad Maulana masih berkutat dengan cedera, sementara Salim Tuharea dan Arkhan Fikri sedang memperkuat Timnas U-23.
“Kami kehilangan banyak pemain kunci. Tapi saya bangga dengan perjuangan para pemain yang tetap berusaha keras hingga akhir. Satu poin ini sangat berarti,” kata Marcos.
Tanpa Dalberto, ketajaman lini depan Arema menurun drastis. Dedik Setiawan dan Razza Fachrezi mencoba mengisi peran tersebut, tetapi belum mampu menandingi keganasan Dalberto. Dari tujuh gol yang sudah dikoleksi Arema musim ini, enam di antaranya lahir dari kaki sang striker asal Brasil.
Ini menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih: bagaimana membangun ketajaman tanpa terlalu bergantung pada satu pemain.
Kabar baiknya, Dalberto berjanji segera kembali memperkuat Singo Edan. Jika tidak ada halangan, ia sudah bisa diturunkan pada laga melawan Dewa United, 13 September mendatang. Kehadiran kembali sang predator di lini depan tentu diharapkan bisa mengembalikan ketajaman Arema.
Satu poin di Jepara memang bukan hasil ideal. Namun di balik itu, Arema FC membuktikan mental bertarung mereka tetap hidup meski tanpa pilar utama. Sebuah pengingat bahwa perjalanan panjang di BRI Super League masih penuh tantangan, dan setiap poin bisa jadi sangat berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online