Malang - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini menjadi momen penting yang dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen menjaga perdamaian di Kota Malang. Wali Kota mengajak masyarakat tak hanya melaksanakan doa bersama, tetapi menjadikan setiap doa sebagai pengingat moral pentingnya menjaga kedamaian khususnya melalui ujaran, jari, dan hati yang penuh kebaikan. Ia menegaskan bahwa doa merupakan senjata paling efektif untuk memohon agar hati tetap terjauh dari kebencian, pikiran dipenuhi kebijaksanaan, dan setiap langkah senantiasa mengarah ke arah yang benar.
Sementara itu, di Kabupaten Malang, momentum Maulid Nabi juga dimaknai sebagai sarana memperteguh ukhuwah dan persatuan. Apel “Jogo Kabupaten Malang” digelar sebagai wujud nyata komitmen menjaga kerukunan, yang dirangkaikan dengan doa bersama dan Gerakan Pangan Murah. Acara ini menjadi simbol bahwa semangat persatuan dapat diwujudkan lewat aksi nyata yang memperkuat solidaritas masyarakat luas.
Dari perspektif pendidikan, institusi-agama dan akademik pun mengambil peran penting. Misalnya, kegiatan haul Sunan Gresik bersama peringatan Maulid Nabi menjadi wadah peneguhan kembali jati diri dan komitmen kebangsaan, bukan sekadar ritual keagamaan. Berbagai lembaga, termasuk universitas Islam, menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Nabi seperti toleransi dan harmoni seharusnya menjadi pijakan dalam membangun masa depan yang inklusif dan berkeadaban.
Secara keseluruhan, peringatan Maulid Nabi di Kota serta Kabupaten Malang tahun ini lebih dari sekadar kenangan sejarah. Lebih dari itu, setiap doa dan kegiatan diimbuhi semangat untuk menjaga kedamaian, memperkokoh persatuan, dan menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Semoga momentum ini membuahkan kedamaian yang manfaatnya terasa hingga generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kominfo Pemkot Malang