Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 18:50 WIB

Angkot Malang Tolak Operasional Bus Trans Jatim, Berikut Alasannya

Author

Angkot Malang (Foto Istimewa)

Malang - Sejumlah sopir angkot di Kota Malang menyatakan menolak rencana operasional Bus Trans Jatim. Penolakan ini disampaikan lewat paguyuban angkot atau Serikat Sopir Indonesia (SSI) Malang dalam audiensi dengan DPRD Kota Malang.

Ketua SSI Kota Malang, Stefanus Hari Wahyudi, menyebutkan bahwa ada kekhawatiran besar bahwa keberadaan Bus Trans Jatim akan mengganggu pendapatan sopir angkot. Menurut mereka, angkot selama ini menjadi sumber penghidupan, sedangkan kehadiran bus besar dan terintegrasi ini dianggap bisa menggerus jumlah penumpang angkot.

Selain itu, sopir angkot mengeluhkan minimnya komunikasi formal dari pemerintah terkait rencana ini. Mereka mengatakan hanya pernah diberi tahu secara informal oleh pihak dinas terkait, tanpa penjelasan rinci tentang rute, tarif, ataupun kapan bus ini akan dioperasikan.

Paguyuban angkot juga mengkhawatirkan potensi kemacetan baru jika Bus Trans Jatim dijalankan di Kota Malang, mengingat banyak ruas jalan yang sempit dan penggunaan ruang jalan sudah sangat terbatas.

Dari sisi pemerintah, Ketua DPRD Kota Malang menyampaikan bahwa aspirasi sopir angkot akan diterima dan dibawa ke pemeriksaan lebih lanjut, termasuk ke tingkat provinsi. Pemerintah kota juga menyebut bahwa konsep integrasi antar moda angkutan seperti penggunaan feeder atau melibatkan sopir angkot sebagai pengemudi feeder sedang dipertimbangkan.

Hingga kini, belum ada kepastian tanggal mulai operasional, rute, jumlah armada, atau tarif resmi untuk Bus Trans Jatim di Kota Malang. Pemerintah memang berencana melakukan sosialisasi, tapi detail teknisnya belum diumumkan secara gamblang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU