Malang - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu malam. Letusan terjadi sekitar pukul 21.40 WIB dan mengeluarkan kolom abu dengan ketinggian mencapai sekitar 900 meter di atas puncak. Kondisi ini menegaskan bahwa gunung tersebut masih berada di status Waspada.
Kolom abu tampak berwarna kelabu dan cukup tebal, bergerak mengarah ke barat laut dari puncak. Aktivitas ini juga terekam pada perangkat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan berlangsung selama kurang lebih 126 detik.
Menurut petugas pengamat gunung, dalam hari yang sama terjadi empat kali letusan. Dua letusan di pagi hari memiliki kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak, sementara satu letusan lain tidak terlihat secara visual. Letusan terbesar terjadi pada malam harinya dengan ketinggian kolom mencapai 900 meter.
Atas kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 8 kilometer dari kawah. Selain itu, larangan beraktivitas juga berlaku di tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan dengan batas jarak 500 meter. Zona radius 3 kilometer dari kawah juga dianggap berisiko tinggi terhadap lontaran batu pijar.
Warga dan pendaki di kawasan aliran lahar dan lembah yang berhulu di gunung diingatkan untuk selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar hujan. Beberapa aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta anak-anak sungai di sekitarnya termasuk yang harus diwaspadai.
Erupsi malam ini menjadi pengingat bahwa Meski tidak selalu terjadi secara spektakuler, aktivitas vulkanik Semeru tetap memiliki potensi bahaya—oleh karena itu kewaspadaan dan pemantauan terus menerus sangat dibutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News