Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 22:43 WIB

Pemkot Malang Edukasi Warga Agar Sampah Tak Lagi Jadi Beban, Tapi Bernilai Ekonomi

Author

Penjelasan Walikota Malang (Antara News)

Malang - Pemerintah Kota Malang meluncurkan program edukasi pengolahan sampah bertujuan mengubah pola pikir masyarakat: tidak lagi sekadar membuang sampah, melainkan menjadikannya sumber ekonomi. Warga diajak memahami cara memilah sampah sejak dari rumah, lalu mengolahnya agar memiliki nilai tambah.

Dalam program ini, masyarakat dibekali wawasan praktis tentang pengelolaan sampah organik dan non-organik. Sampah organik bisa diubah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik bisa dikumpulkan dan dijual melalui bank sampah. Dengan demikian, sampah yang sebelumnya dianggap remeh bisa menjadi pendapatan tambahan.

Kota Malang sendiri menghasilkan ratusan ton sampah setiap hari. Tanpa pengelolaan yang baik, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan makin terbebani. Edukasi semacam ini diharapkan bisa meredam timbulan sampah yang masuk ke TPA dan mendorong praktik pengelolaan dari hulu yakni dari rumah tangga.

Program edukasi ini juga diiringi dengan pelatihan langsung kepada warga. Alat pengolahan sederhana misalnya komposter dibagikan agar peserta bisa segera menerapkan apa yang dipelajari. Pemerintah kota berharap warga tak hanya memahami konsep, tetapi langsung bertindak di lingkungan masing-masing.

Langkah ini mencerminkan paradigma baru dalam penanganan sampah: bukan lagi “sampah dibuang”, melainkan “sampah diolah, dimanfaatkan, dan dihasilkan nilai.” Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kota Malang bisa menjadi model bagi pengelolaan sampah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU