Malang — Produktivitas gol Dalberto Luan Belo di BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar keberuntungan. Striker asal Brasil itu punya rahasia di balik ketajamannya: menyewa tim analisis pribadi untuk menjaga performanya tetap konsisten.
Pemain berusia 31 tahun itu mengaku sudah menggunakan jasa analis pertandingan sejak musim lalu. Namun, musim ini komunikasi dengan pelatih eksternal itu jauh lebih intens. Tujuannya jelas, agar performanya sebagai ujung tombak Arema FC terus berkembang.
> “Mereka membantu saya mengevaluasi permainan dan memberi informasi untuk laga berikutnya,” ujar Dalberto.
> “Mulai dari positioning, duel satu lawan satu, pengambilan keputusan, sampai kekurangan saya. Jadi saya tahu apa yang harus ditingkatkan sebelum pertandingan selanjutnya.”
Berdasarkan hasil analisis itu, Dalberto juga kerap bertukar posisi dengan rekannya, Paulinho Moccelin, saat pertandingan. Strategi ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk menghindari tekanan bek lawan dan membuka ruang lebih luas bagi Arema.
> “Ketika Paulinho mendapat tekanan ketat, saya bergeser ke kiri, sementara dia ke tengah. Begitu sebaliknya,” jelasnya.
> “Situasi itu sering membuat bek lawan kesulitan menjaga, sekaligus memperbesar peluang mencetak gol.”
Pemain bernomor punggung 94 itu menegaskan, masukan dari analis pribadinya tidak bertentangan dengan arahan pelatih Arema FC. Justru saling melengkapi.
> “Harapannya, saya bisa terus mencetak gol dan membantu Arema FC memenangkan pertandingan,” tambahnya.
Hingga pekan ke-6 BRI Super League 2025/2026, Dalberto sudah mengoleksi tujuh gol. Catatan itu lebih baik dibandingkan awal musim lalu, sekaligus menempatkannya sebagai pemain Arema dengan gol terbanyak sejauh ini.
Dengan kerja keras dan detail analisis yang terus diasah, Dalberto membuktikan bahwa konsistensi bukan sekadar bakat, tetapi hasil dari usaha ekstra di balik layar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: