Malang - Pagi tadi tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban terakhir dari tragedi laut di Pantai Modangan, Kabupaten Malang. Korban tersebut adalah Muhammad Mahin (18 tahun), salah seorang anggota rombongan Karang Taruna Simokerto, Surabaya. Tubuhnya ditemukan sekitar pukul 07.15 WIB, berada sekitar satu mil dari bibir pantai.
Dengan ditemukannya Mahin, berarti semua korban yang terseret arus laut di lokasi tersebut telah berhasil diidentifikasi dan dievakuasi. Sebelumnya, rombongan berjumlah 26 orang dari Karang Taruna Simolawang mengunjungi pantai ini dalam rangka pembubaran panitia HUT ke-80 RI.
Peristiwa terjadi saat sebagian anggota rombongan berenang di laut meski kondisi ombak sudah tinggi. Petugas pantai sempat memperingatkan agar tidak turun ke air. Namun ombak kuat menyeret empat orang ke tengah laut. Dari empat orang itu, satu berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, dua ditemukan tewas, dan satu sebelumnya masih hilang.
Setelah pencarian intensif selama beberapa hari, tim menyisir kawasan laut dan darat hingga ke perairan Kabupaten Blitar. Dengan kolaborasi Polri, TNI, Basarnas, BNPB, dan relawan, semua korban akhirnya bisa diangkat.
Kondisi geografis Pantai Modangan, terutama adanya arus bawah laut dan kedalaman laut di zona perbatasan Malang-Blitar, menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan. Karena itu, aparat berencana memperketat pengamanan pantai. Rambu larangan berenang akan ditambah di titik-titik rawan. Juga akan ada imbauan keselamatan bagi wisatawan agar tragedi serupa tidak terulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Polres Malang