Malang - Pembangunan drainase sepanjang 1,3 kilometer di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, berjalan lambat dan baru mencapai sekitar 55 persen. Deviasi ini muncul akibat dua hambatan penting.
Hambatan pertama adalah curah hujan yang tinggi selama Oktober. Hujan menyebabkan pekerjaan harus dihentikan demi keselamatan pekerja.
Hambatan kedua muncul saat ditemukan pipa milik PDAM yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Proses perbaikan pipa memaksa penghentian instalasi drainase sementara menunggu petugas hadir.
Untuk mengejar target penyelesaian akhir Desember, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur menurunkan tiga tim kerja dan menjalankan dua shift per hari, yaitu pagi hingga sore dan malam hingga dini hari.
Pelaku usaha di jalur tersebut melaporkan penurunan omzet akibat akses yang terbatas selama konstruksi. Pemerintah Kota Malang telah melakukan sosialisasi dan meminta pelaku usaha bersabar sambil proyek rampung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online