Sabtu, 08 NOVEMBER 2025 • 16:16 WIB

Persija Jakarta Lakukan Ziarah di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan: Doa untuk 135 Korban Tragedi Sepak Bola Indonesia

Author

PAra pemain Persija Jakarta Saat di Depan GAte 13 (Foto Istimewa)
Malang - Jelang laga tandang melawan Arema FC di pekan ke-12 Super League 2025/2026, suasana haru menyelimuti langkah para pemain Persija Jakarta. Jumat sore (7/11/2025), enam pemain Macan Kemayoran menggelar ziarah di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Malang tempat yang menjadi saksi bisu tragedi kelam sepak bola Indonesia pada Oktober 2022.

Enam pemain Persija yang hadir dalam momen itu adalah Rizky Ridho, Andritany Ardhiyasa, Hanif Sjahbandi, Hansamu Yama, Jordi Amat, dan Carlos Eduardo, didampingi oleh Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko. Mereka datang sekitar pukul 17.00 WIB, membawa karangan bunga bertuliskan pesan singkat namun penuh makna: “From Jakarta with love.”

Pintu 13 kini berdiri dalam balutan kaca pelindung. Warna biru khas dan tangga asli di baliknya tetap dibiarkan apa adanya. Bagian ini sengaja tidak diubah setelah renovasi Stadion Kanjuruhan rampung. Tujuannya, agar publik selalu mengingat tragedi yang merenggut 135 jiwa usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tiga tahun silam.

Di tempat itu, para pemain Persija tampak menundukkan kepala, menabur bunga, dan membacakan doa dengan khidmat. Hanif Sjahbandi dan Rizky Ridho terlihat paling emosional. Hanif, yang sempat membela Arema FC di musim tragedi itu, menitikkan air mata di depan pintu bersejarah tersebut.

Sementara Rizky Ridho kala itu masih berseragam Persebaya Surabaya tak kuasa menahan haru. Ia adalah salah satu pemain yang berada di lapangan saat tragedi Kanjuruhan terjadi. Kini, tiga tahun berlalu, ia berdiri di tempat yang sama, bukan sebagai lawan, tetapi sebagai sesama insan sepak bola yang berduka dan ingin memberi penghormatan.

“Bagi kami, ini bukan sekadar ziarah. Ini bentuk penghormatan kepada mereka yang telah pergi dan pengingat bahwa sepak bola harus menjadi ruang aman dan penuh cinta,” ujar Ardhi Tjahjoko, manajer Persija Jakarta.

Usai menabur bunga, para pemain melanjutkan langkah ke ruang memorial di sebelah Pintu 13, tempat nama-nama korban terpampang di dinding. Di sana juga terpajang sejumlah karya seni yang menggambarkan duka dan perjuangan para korban. Jordi Amat, pemain naturalisasi yang baru bergabung di Liga Indonesia, terlihat tertegun dan banyak bertanya kepada rekan setimnya tentang makna ruangan tersebut dan tragedi yang terjadi.

Kunjungan Persija ini bukan sekadar seremonial. Di tengah hiruk-pikuk kompetisi, mereka menunjukkan empati dan solidaritas untuk tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi sepak bola nasional. Ziarah ini menjadi simbol bahwa rivalitas di lapangan harus selalu diimbangi dengan rasa kemanusiaan.

Sepak bola seharusnya membawa kegembiraan, bukan air mata. Momen hening di depan Pintu 13 itu mengingatkan bahwa setiap pertandingan adalah tentang sportivitas, rasa hormat, dan cinta pada kehidupan.

Dari Jakarta mereka datang, membawa bunga, doa, dan pesan damai agar tragedi serupa tak pernah lagi terulang di tanah sepak bola Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Group Media Malang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU