Malang - Stadion Kanjuruhan tampaknya belum menjadi tempat keberuntungan bagi Arema FC musim ini. Hingga pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026, tim berjuluk Singo Edan itu belum mampu meraih kemenangan penuh di kandang sendiri. Dari enam laga terakhir, Arema hanya mencatat dua kemenangan dan menelan empat kekalahan beruntun.
Hasil ini menjadi pukulan berat bagi tim dan pendukung setia Aremania. Stadion yang dulu dikenal “angker” bagi lawan kini justru menjadi tempat sulit bagi Arema untuk meraih poin maksimal.
Meski begitu, para pemain tetap berusaha menjaga semangat. Gelandang Arema FC, Salim Akbar Tuharea, menegaskan bahwa tidak ada tekanan saat bermain di rumah sendiri. Bagi mereka, setiap pertandingan adalah kesempatan baru untuk membalik keadaan.
“Sebenarnya kami tidak merasa terbebani. Setiap kali bermain, kami selalu punya semangat juang tinggi. Hanya saja mungkin rezekinya belum datang ke kami,” ujar Salim setelah laga melawan Persija Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Salim menilai hasil buruk di kandang harus dijadikan pelajaran untuk memperbaiki performa di pertandingan berikutnya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan yang terbaik bagi tim.
Dalam laga melawan Persija, pemain asal Maluku ini beberapa kali menciptakan peluang dari sisi sayap lewat kecepatan dan akselerasinya. Meski tampil agresif, Arema masih gagal memanfaatkan peluang menjadi gol.
“Kami selalu bermain dengan motivasi tinggi dan keinginan untuk menang. Tapi sejauh ini kemenangan kandang memang belum berpihak kepada kami,” tambahnya.
Kini, Arema FC dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan diri dan membangkitkan kembali aura kemenangan di Stadion Kanjuruhan. Dukungan penuh dari Aremania diharapkan bisa menjadi energi tambahan bagi Singo Edan untuk segera bangkit dari tren negatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Group Media Malang