Malang - AirNav Indonesia menyatakan arus penerbangan di beberapa bandara di Jawa Timur tidak terganggu meski status Gunung Semeru dinaikkan ke kode merah (Red Code).
Hingga saat ini, bandara-bandara di wilayah seperti Malang, Banyuwangi, Surabaya, dan Yogyakarta tetap beroperasi normal. Tidak ada bandara yang ditutup dan tidak ada pembatalan penerbangan terkait aktivitas vulkanik.
AirNav melakukan pemantauan secara intensif melalui data satelit, kamera pemantau, dan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Informasi teknis diterbitkan dalam bentuk ASHTAM (pemberitahuan aktivitas vulkanik) yang terbaru nomor VAWR6038.
Laporan menunjukkan abu vulkanik dari Semeru terdeteksi di dua ketinggian: hingga sekitar FL150 (~4.500 m) dengan pergerakan ke tenggara kecepatan angin sekitar 5 knot; dan hingga sekitar FL450 (~13.500 m) ke arah barat-daya dengan kecepatan sekitar 15 knot.
AirNav menegaskan bahwa sejauh ini kondisi belum memaksa penutupan ruang udara. Tetapi mereka tetap siap melakukan pengaturan rute dan pengendalian lalu-lintas udara jika situasi berubah.
Dengan demikian, bagi para penumpang dan maskapai di wilayah tersebut, operasional penerbangan masih bisa berjalan seperti biasa sambil terus diawasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online