Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 18:26 WIB

Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa dan Refleksi, Malang Kirim Pesan Solidaritas Nasional

Author

Bupati Malang, Muhammad Sanusi (Foto Istimewa)

Malang - Malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kabupaten Malang berlangsung tanpa pesta dan kemeriahan. Pemerintah daerah memilih doa bersama sebagai bentuk empati terhadap korban tragedi Kanjuruhan serta masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra dan erupsi Gunung Semeru.

Kegiatan doa bersama digelar tepat saat pergantian tahun. Lokasinya di Masjid area Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen. Acara berlangsung khidmat dan sederhana. Warga hadir tanpa euforia. Fokus utama pada doa dan perenungan.

Pemerintah Kabupaten Malang sengaja tidak menggelar perayaan kembang api atau hiburan besar. Langkah ini diambil sebagai sikap moral. Duka nasional masih terasa. Pemerintah ingin mengajak masyarakat memulai tahun baru dengan kepekaan sosial.

Doa dipanjatkan untuk para korban yang meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan, serta masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri akibat bencana. Tragedi Kanjuruhan juga menjadi bagian penting dari doa dan refleksi bersama.

Selain doa, momen ini dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat melakukan evaluasi diri. Tahun baru tidak hanya soal perayaan. Tahun baru juga tentang kepedulian, keselamatan, dan kebersamaan sebagai bangsa.

Aparat keamanan dan petugas terkait tetap bersiaga di sekitar lokasi. Pengamanan malam tahun baru berjalan kondusif. Aktivitas masyarakat terpantau tertib hingga dini hari.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Malang ingin menunjukkan bahwa solidaritas bisa diwujudkan dengan cara sederhana. Tanpa pesta, tanpa hingar bingar. Hanya doa, empati, dan harapan agar tahun 2026 membawa keselamatan dan ketenangan bagi semua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU