Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 13:50 WIB

Takluk Dari Persita, Arema FC Perpanjang Kekalahan Di Kandang

Author

Valdeci Mencoba Melewati Lawan (aremafc.com)

Malang - Arema FC kembali gagal memaksimalkan situasi krusial. Bermain melawan Persita Tangerang yang hanya diperkuat 10 pemain selama 21 menit, Singo Edan justru kalah 0-1. Gol tunggal Aleksa Andrejic pada menit 90+1 menjadi penentu hasil pahit di kandang sendiri.

Harapan sempat muncul sejak babak pertama. Dedik Setiawan berhasil menyundul bola hasil sepak pojok dan menjebol gawang Persita. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah VAR menilai ada pelanggaran lebih dulu.

Momentum sebenarnya datang pada menit ke-69. Bek tengah Persita, Andrean Benyamin, menerima kartu merah. Arema FC langsung meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Marcos Santos merespons dengan memasukkan tiga penyerang sekaligus dan tetap mengandalkan dua gelandang sebagai penopang.

Dominasi Arema terlihat jelas. Sepanjang laga, tim tuan rumah melepaskan 19 tembakan. Tekanan terus mengalir ke pertahanan Persita yang memilih bertahan total. Namun, dominasi itu tidak berubah menjadi gol.

Saat Arema terlalu fokus menyerang, celah justru terbuka di lini belakang. Serangan balik cepat Persita berawal dari keberhasilan memutus alur serangan Muhammad Rafli. Bola kemudian jatuh ke kaki Aleksa Andrejic yang menuntaskan peluang dengan tenang pada menit tambahan waktu.

Marcos Santos tak menyembunyikan kekecewaan. Ia menilai timnya gagal memanfaatkan modal besar yang dimiliki.

“Kami punya modal bagus, tapi tidak bisa menyelesaikan peluang,” ujarnya.

Ia mengakui kekalahan ini mengulang pola lama. Arema kembali tumbang dari tim yang bermain dengan 10 pemain, seperti saat kalah 1-2 dari Persib Bandung. Menurut Marcos, masalah utama ada pada kontrol tempo permainan.

“Beberapa kali intensitas menurun dan itu dimanfaatkan lawan,” katanya.

Evaluasi akan difokuskan pada lini belakang dan penyelesaian akhir agar kesalahan serupa tidak terulang.

Di kubu Persita, pelatih Carlos Pena menyebut laga berlangsung ketat dan penuh tekanan. Selain kehilangan Andrean Benyamin akibat kartu merah, Persita juga harus menarik Mario Jardel karena cedera. Ia kemudian menginstruksikan tim bermain lebih rapat dan menunggu peluang dari serangan balik.

“Kami melihat celah karena Arema bermain dengan garis pertahanan tinggi,” ujarnya.

Kemenangan ini membawa Persita Tangerang mencatat dua kemenangan beruntun. Mereka naik ke posisi lima klasemen sementara dengan koleksi 25 poin.

Sebaliknya, Arema FC semakin tertekan di kandang sendiri. Enam laga home dilalui tanpa satu pun kemenangan. Singo Edan kini tertahan di peringkat ke-11 dengan 18 poin. Tekanan publik pun kian besar untuk segera menemukan solusi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU