Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 17:02 WIB

Minyak Jelantah Jadi Rupiah. Cara Sederhana Warga Menabung dari Dapur

Author

Nabung Minyak Jelantah (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Minyak jelantah sering dianggap limbah dapur. Biasanya dibuang ke saluran air atau tanah. Kebiasaan ini memicu pencemaran dan menyumbat lingkungan.

Program Pertamina mengubah kebiasaan itu. Warga diajak menabung minyak jelantah. Minyak bekas dikumpulkan, ditimbang, lalu dikonversi menjadi rupiah.

Skema ini mudah diterapkan. Warga cukup menyimpan minyak jelantah di botol bekas. Setelah penuh, minyak disetorkan ke titik pengumpulan. Saldo tercatat dan bisa dicairkan sesuai ketentuan.

Manfaat langsung terasa di tingkat rumah tangga.

• Limbah dapur bernilai ekonomi.

• Pengeluaran kecil berubah menjadi tabungan.

• Kesadaran memilah limbah meningkat.

Dampak lingkungan juga nyata.

• Saluran air lebih bersih.

• Risiko pencemaran tanah berkurang.

• Minyak jelantah diolah menjadi energi terbarukan seperti biodiesel.

Program ini relevan untuk ibu rumah tangga, UMKM kuliner, hingga komunitas warga. UMKM yang menghasilkan banyak minyak bekas bisa mendapat tambahan pemasukan rutin. Contohnya pedagang gorengan yang menyetor minyak setiap minggu dan memperoleh saldo bulanan.

Di sisi sosial, program ini membangun kebiasaan baru. Warga belajar bahwa aksi kecil punya dampak besar. Dari dapur rumah, kontribusi untuk ekonomi dan lingkungan bisa berjalan bersamaan.

Menabung tidak selalu dari uang. Minyak jelantah membuktikan bahwa sisa aktivitas harian pun bisa menjadi sumber rupiah jika dikelola dengan benar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU