Malang - Arema FC belum menghentikan pergerakan di bursa transfer tengah musim. Setelah resmi mendatangkan Joel Vinicius, Singo Edan masih berencana menambah pemain anyar, khususnya di sektor belakang. Langkah ini disiapkan untuk memperkuat lini pertahanan sekaligus menutup absennya Luiz Gustavo hingga akhir musim kompetisi.
Kebutuhan akan tambahan bek dinilai mendesak. Kekalahan Arema FC dari Dewa United pada 26 Januari lalu menjadi salah satu pemicunya. Dalam laga tersebut, Singo Edan kebobolan akibat lemahnya koordinasi dan kesalahan individu di lini pertahanan.
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, menjelaskan bahwa hasil pertandingan melawan Dewa United menjadi bahan evaluasi utama tim pelatih. Sebelumnya, Arema FC sempat berencana memaksimalkan komposisi pemain yang ada. Odivan Koerich dan Anwar Rifai diplot sebagai bek tengah murni. Sementara Matheus Blade dan Julian Guevara kerap dimainkan sebagai pemain multi posisi, baik di gelandang tengah maupun center back.
Namun, rencana tersebut dinilai belum cukup. Marcos menegaskan timnya harus segera berbenah agar kesalahan serupa tidak terulang. Menurutnya, dua gol yang bersarang ke gawang Arema FC saat melawan Dewa United berasal dari kesalahan individu yang seharusnya bisa dihindari.
“Tim kebobolan dua kali dari kesalahan individu. Kami harus berbenah secepat mungkin,” kata Marcos. Ia menilai kebobolan lebih dulu sangat memengaruhi jalannya pertandingan. Saat tim tertinggal cepat, rencana permainan yang sudah disiapkan menjadi sulit dijalankan.
Situasi tersebut diibaratkan seperti pedang bermata dua. Arema FC harus mengejar ketertinggalan, tetapi di sisi lain tetap menjaga agar tidak kembali kebobolan. Marcos menyebut kondisi akan jauh berbeda jika skor masih imbang. Dalam situasi itu, tim memiliki lebih banyak opsi dan ketenangan untuk mengejar kemenangan.
Terkait pemain yang akan direkrut, Marcos memastikan sosok tersebut merupakan pemain asing. Saat ini, Arema FC masih memiliki satu slot legiun asing yang kosong. Nama Luiz Gustavo sudah tidak terdaftar untuk putaran kedua kompetisi, sehingga membuka ruang bagi pemain asing baru.
Meski begitu, Marcos enggan membeberkan identitas calon pemain tersebut. Ia menegaskan proses seleksi masih berjalan dan dilakukan dengan sangat hati-hati. Arema FC tidak ingin salah langkah dalam merekrut pemain di tengah musim.
Dari sisi manajemen, sinyal serupa juga disampaikan. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengindikasikan peluang mendatangkan pemain anyar masih terbuka. Manajemen berencana mengoptimalkan kuota pemain asing yang tersedia. Saat ini, skuad Singo Edan sudah diisi sepuluh legiun asing.
Bursa transfer tengah musim sendiri masih dibuka hingga Februari. Kondisi ini memberi Arema FC waktu untuk mencari dan mendatangkan pemain yang sesuai kebutuhan tim. Fokus utama tetap pada penguatan lini pertahanan agar performa Singo Edan bisa lebih stabil di sisa musim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com