Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 00:19 WIB

Jangan Keliru, Ini Kesalahan Umum Saat Membaca Niat Puasa Ramadhan

Author

Ilustrasi Doa Puasa (Genered Ai)
Malang - Niat puasa Ramadhan sering dianggap sepele. Padahal niat menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah puasa.

Banyak orang masih melakukan kesalahan saat membaca niat. Kesalahan ini biasanya terjadi karena kurang memahami makna dan tata caranya.

Berikut kesalahan yang sering terjadi.

Pertama, membaca niat setelah waktu Subuh. Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Jika niat dilakukan setelah Subuh, puasa bisa dianggap tidak sah untuk puasa wajib.

Kedua, terlalu fokus pada lafaz Arab dan lupa makna. Niat tidak wajib dilafalkan. Yang terpenting adalah niat dalam hati. Jika Anda sudah berniat puasa Ramadhan sebelum tidur untuk esok hari, itu sudah cukup.

Ketiga, menganggap niat cukup sekali untuk sebulan penuh. Untuk puasa Ramadhan, niat dilakukan setiap malam. Setiap hari adalah ibadah terpisah.

Keempat, ragu dengan niat sendiri. Keraguan berlebihan membuat Anda merasa puasanya tidak sah. Jika sejak malam Anda sudah bertekad akan berpuasa esok hari, maka niat sudah ada.

Kelima, mengikuti bacaan tanpa memahami arti. Banyak orang hafal lafaz, tetapi tidak tahu maknanya. Memahami arti niat membantu Anda lebih khusyuk dan sadar tujuan ibadah.

Praktiknya sederhana. Sebelum tidur, pastikan Anda sudah bertekad akan berpuasa esok hari karena Allah. Jika ingin melafalkan niat, lakukan sebagai bentuk penegasan, bukan syarat utama.

Memahami niat dengan benar membuat ibadah lebih tenang. Anda tidak lagi sibuk pada teknis bacaan, tetapi fokus pada kualitas puasa sepanjang hari Ramadhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU