Rabu, 25 MARET 2026 • 19:39 WIB

Pengangguran Turun di Malang, Sinyal Positif atau Alarm Baru Sektor Jasa

Author

Para Pencari Kerja (Antara News)
Malang - Angka pengangguran di Malang menunjukkan tren membaik. Kota Malang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 5,69% pada awal 2026, turun dari 6,1% pada Agustus 2024. Kabupaten Malang juga turun ke angka 5,13% pada 2024 dari 5,70% di tahun sebelumnya.

Penurunan ini memberi sinyal positif. Program pelatihan kerja dan dorongan investasi mulai terlihat hasilnya. Pemerintah daerah bergerak untuk menekan angka pengangguran yang sempat mencapai puluhan ribu jiwa.

Namun, ada satu hal yang perlu dibaca lebih dalam. Struktur tenaga kerja di Kota Malang sangat didominasi sektor jasa. Angkanya mencapai 76,4% dari total angkatan kerja sekitar 452 ribu orang.

Dominasi ini membawa dua dampak. Di satu sisi, sektor jasa menyerap tenaga kerja dengan cepat. Banyak peluang muncul di bidang kuliner, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ini sejalan dengan karakter Malang sebagai kota pendidikan dan wisata.

Di sisi lain, sektor jasa cenderung rentan. Banyak pekerjaan bersifat informal. Stabilitas pendapatan tidak selalu terjamin. Ketika terjadi perlambatan ekonomi, sektor ini menjadi yang paling cepat terdampak.

Kabupaten Malang menunjukkan tantangan berbeda. Meski angka pengangguran turun, jumlah absolut masih besar. Sekitar 80 ribu lebih penganggur pada 2024 menunjukkan perlunya pemerataan lapangan kerja di sektor produktif seperti industri dan pertanian modern.

Kondisi ini menuntut strategi yang lebih spesifik. Kota Malang perlu mulai memperkuat sektor berbasis produksi. Industri kreatif berbasis teknologi bisa menjadi pilihan. Kabupaten Malang bisa fokus pada hilirisasi pertanian dan penguatan UMKM berbasis lokal.

Langkah pelatihan kerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Data menunjukkan sektor jasa dominan, tetapi kualitas pekerjaan harus ditingkatkan. Skill digital, manajemen usaha, dan kewirausahaan menjadi kunci.

Penurunan angka pengangguran adalah kabar baik. Namun, kualitas dan ketahanan pekerjaan harus menjadi fokus berikutnya. Tanpa itu, penurunan angka bisa bersifat sementara dan tidak memberi dampak jangka panjang bagi ekonomi Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU