Malang - Musim kemarau kembali menjadi perhatian serius bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Salah satu fokus utama adalah mencegah potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang yang memiliki riwayat kebakaran besar pada 2023. Berbagai langkah pencegahan kini diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Salah satu upaya yang diterapkan cukup unik, yakni memanfaatkan cairan limbah susu yang mengandung bakteri. Cairan tersebut digunakan untuk membantu mengurangi produksi gas metana yang terbentuk dari tumpukan sampah organik. Gas metana dikenal sebagai salah satu faktor utama yang dapat memicu kebakaran, terutama saat suhu udara meningkat dan kondisi cuaca sangat kering.
Pemanfaatan limbah susu ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan lingkungan yang mengedepankan pendekatan ramah lingkungan. Kandungan bakteri di dalam cairan tersebut bekerja membantu proses penguraian sampah sekaligus menekan pembentukan gas metana yang mudah terbakar.
Selain menggunakan cairan limbah susu, DLH Kota Malang juga menjalankan berbagai langkah teknis secara rutin. Penyiraman air dilakukan pada sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami peningkatan suhu. Cara ini bertujuan menjaga kelembapan permukaan timbunan sampah sehingga risiko munculnya percikan api dapat ditekan.
Pengurukan sampah menggunakan lapisan tanah juga terus dilakukan sebagai bagian dari sistem pengelolaan harian. Lapisan tanah berfungsi mengurangi paparan udara langsung terhadap timbunan sampah sekaligus membatasi pelepasan gas dari dalam tumpukan. Penataan timbunan sampah pun diatur secara lebih tertib agar sirkulasi dan pengelolaannya lebih mudah diawasi.
Pengawasan di kawasan TPA Supit Urang yang memiliki luas sekitar delapan hektare turut diperketat selama musim kemarau. Petugas melakukan pemantauan secara berkala untuk mendeteksi sedini mungkin apabila muncul titik panas maupun indikasi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
Langkah antisipasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menjaga operasional TPA tetap aman sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar dari dampak kebakaran. Dengan kombinasi teknologi sederhana, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta pengawasan yang intensif, DLH berharap risiko kebakaran di TPA Supit Urang dapat ditekan secara maksimal selama musim kemarau berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung