Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 18 JULI 2025 • 23:55 WIB

Pecel Kawi, Sarapan Legenda Di Tengah Sejuknya Pagi Kota Malang

Pecel Kawi, Sarapan Legenda Di Tengah Sejuknya Pagi Kota MalangKuliner Legendaris Pecel Kawi (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Di tengah kabut pagi yang menggantung tipis di Kota Malang, ada aroma kacang yang menggoda selera sejak puluhan tahun lalu. Itulah jejak awal dari Pecel Kawi, kuliner legendaris yang hingga hari ini tak pernah kehilangan tempat di hati warga lokal maupun wisatawan. Terletak di Jalan Kawi Atas No. 43B, warung ini bukan hanya menjual sepiring pecel, tapi juga menjajakan kenangan dan kehangatan pagi yang sederhana namun berkesan.

Pecel di sini tampil tanpa pretensi. Nasi hangat ditimpa sayur rebus segar bayam, tauge, kenikir, dan kacang panjang lalu disiram sambal kacang yang kental, gurih, sedikit manis, dan punya jejak pedas yang tidak mendominasi. Rasa sambalnya sangat khas dan berbeda dari pecel ala Madiun; lebih halus, dengan aroma daun jeruk dan kencur yang kuat. Yang membuat istimewa, racikan bumbunya dibuat sendiri secara turun-temurun tanpa bahan pengawet. Tak heran jika banyak orang membeli sambal pecel kemasan untuk oleh-oleh.

Baca juga: Rawon Nguling, legend Kuliner Malang Yang Tak Pernah Padam

Sebagai pelengkap, ada pilihan lauk yang menggoda: tempe goreng, telur asin, empal suwir, rempeyek renyah, hingga baceman. Masing-masing disusun rapi di etalase kaca yang tak pernah sepi pandangan mata. Pengunjung tinggal menunjuk, dan sepiring sarapan istimewa pun tersaji dalam waktu singkat. Salah satu favorit pelanggan tetap adalah perpaduan nasi pecel dengan telur dadar dan peyek kacang yang kriuknya masih terdengar bahkan di sela-sela obrolan pagi.

Pecel Kawi, Sarapan Legenda Di Tengah Sejuknya Pagi Kota MalangSeporsi Pecel Kawi (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Meski tempatnya tidak terlalu besar, suasananya terasa akrab. Dindingnya masih mempertahankan nuansa lawas, dengan foto-foto kuno yang membingkai perjalanan panjang warung ini sejak pertama kali berdiri di tahun 1975. Ada rasa nyaman yang tak tergantikan saat makan di sini tanpa musik keras, tanpa pelayanan yang dibuat-buat, hanya suara sendok dan garpu yang menari di antara pengunjung yang menikmati pagi mereka.

Pecel Kawi tidak hanya menjadi tempat makan, tapi juga semacam ritual pagi bagi banyak warga Malang. Mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, hingga orang tua yang sudah puluhan tahun setia datang. Mereka tahu, di balik sepiring pecel yang terlihat sederhana, tersimpan kerja keras dan komitmen menjaga rasa yang tidak pernah berubah meski zaman terus berganti.

Jika kamu mencari sarapan yang bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menenangkan, Pecel Kawi adalah jawabannya. Di sana, pagi terasa lebih lambat, lebih hangat, dan lebih bersahabatnseperti sambal kacangnya, yang tidak pernah terburu-buru meninggalkan lidah, bahkan setelah suapan terakhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pecel Kawi, Sarapan Legenda Di Tengah Sejuknya Pagi Kota Malang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!