Kesenian jaran monel khas suku tengger (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Kab Pasuruan - Suasana desa yang sejuk di lereng Bromo semakin semarak ketika sekelompok anak-anak mulai berlatih sebuah tarian baru. Mereka bukan sedang menarikan jaranan dengan kuda kepang, melainkan mencoba mengenal Jaran Monel, sebuah kesenian kreasi baru dari Malang, Jawa Timur.
Sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya, Tosari memiliki generasi muda yang terbiasa dengan kesenian rakyat. Namun, tantangannya adalah bagaimana menarik minat anak-anak agar tidak meninggalkan budaya, di tengah gempuran gadget dan hiburan digital.
Inilah yang melatarbelakangi upaya memperkenalkan Jaran Monel kepada mereka sebuah tarian yang lahir dari inovasi seniman Winarto Ekram di Malang, terinspirasi dari relief Candi Jago dan topeng Malangan.
Jaran Monel yang Beda dari Jaranan
Saat anak-anak Tosari melihat pertunjukan Jaran Monel, mereka awalnya heran di mana kudanya? Tidak ada kuda kepang, tidak ada pecut, tidak ada iringan magis seperti jaranan yang mereka kenal.
Sebagai gantinya, Jaran Monel tampil dengan:
Gerakan yang lebih energik dan modern, membuat anak-anak lebih mudah mengikuti.
Teknik adaptif jaran kepang, tapi dengan gaya yang segar.
Kostum penuh warna, memadukan relief Candi Jago dengan topeng Malangan, yang membuat mereka kagum sekaligus penasaran.
Dalam sebuah sesi pengenalan, anak-anak Tosari terlihat antusias mencoba gerakan dasar. Tarian ini membuat mereka merasa bangga, karena meski berasal dari Malang, Jaran Monel tetap mengakar pada budaya Jawa Timur yang dekat dengan kehidupan mereka.
Seorang guru seni di Tosari bahkan menyebut, “Jaran Monel ini bagus untuk anak-anak. Gerakannya energik, mudah diikuti, tapi tetap mengajarkan nilai-nilai tradisi. Cocok untuk menjadi media pendidikan budaya sejak dini.”
Dengan memperkenalkan Jaran Monel sejak kecil, anak-anak Tosari bukan hanya belajar menari, tetapi juga belajar mencintai budaya. Mereka diajak memahami bahwa kesenian tidak harus kuno atau menakutkan, tapi bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang menyenangkan dan relevan dengan masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung