Ilustrasi Genered AI (Foto Istimewa)
Life - Gym dan lari memberi manfaat berbeda. Kamu perlu menyesuaikannya dengan tujuan tubuh dan pola hidup. Dua aktivitas ini punya dasar ilmiah yang jelas.
Lari meningkatkan kapasitas jantung dan paru. Penelitian dari American Heart Association menunjukkan orang yang rutin berlari 3 kali seminggu mengalami peningkatan VO2 max. Ini membantu tubuh mengolah oksigen lebih cepat. Berat badan juga turun lebih stabil karena pembakaran kalori terjadi saat latihan dan setelahnya. Cocok untuk kamu yang ingin stamina naik dan tubuh lebih ringan.
Gym berfokus pada kekuatan otot. Latihan beban memicu proses hipertrofi atau pembesaran otot. Studi dari University of Michigan mencatat latihan beban dua sampai tiga kali seminggu meningkatkan massa otot hingga 25 persen dalam tiga bulan. Otot lebih kuat membuat metabolisme harian lebih tinggi. Kamu bisa membakar kalori meski sedang tidak latihan.
Kamu bisa memilih sesuai kebutuhan.
• Pilih lari jika kamu ingin meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan jantung.
• Pilih gym jika kamu ingin bentuk tubuh lebih tegas dan metabolisme lebih stabil.
• Gabungkan keduanya jika kamu ingin hasil yang seimbang.
Gen Z punya mobilitas tinggi dan sering terjebak dalam jadwal padat. Kamu bisa mulai dengan pola yang ringan. Lari 20 menit dua kali seminggu dan latihan beban dasar di gym satu kali seminggu. Pola ini menjaga tubuh tetap bugar tanpa mengganggu rutinitas. Kamu juga bisa menambah frekuensi ketika tubuh mulai terbiasa.
Kamu bebas memilih. Yang penting kamu konsisten dan memilih aktivitas yang membuat badan lebih bertenaga dan pikiran lebih segar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online