Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 MEI 2026 • 23:19 WIB

Idul Adha Jadi Musim Panen Berkah bagi Pengusaha Keripik Rambak Kulit Sapi dan Kerbau

Idul Adha Jadi Musim Panen Berkah bagi Pengusaha Keripik Rambak Kulit Sapi dan KerbauPembersihan Kulit Sapi (Foto Istimewa)

Judul: 

Perayaan Idul Adha tidak hanya membawa kebahagiaan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah kurban. Di balik ramainya penyembelihan hewan kurban, ada berkah ekonomi yang ikut dirasakan para pelaku usaha keripik rambak kulit sapi dan kerbau. Momentum tahunan ini menjadi masa panen bahan baku yang paling dinanti oleh para pengusaha rambak di berbagai daerah.

Melimpahnya pasokan kulit sapi dan kerbau selama Idul Adha membuat produksi keripik rambak meningkat drastis. Jika pada hari biasa para pengrajin harus berburu bahan baku dengan harga tinggi, saat musim kurban mereka justru kebanjiran stok kulit dari hasil penyembelihan hewan kurban masyarakat.

Kondisi ini dimanfaatkan para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sebagian pengusaha bahkan rela menambah tenaga kerja sementara agar proses pengolahan kulit bisa berjalan lebih cepat. Pasalnya, kulit segar harus segera dibersihkan dan diolah agar kualitas rambak tetap terjaga.

Salah satu pengusaha rambak mengaku Idul Adha menjadi momentum penting untuk menyimpan stok produksi dalam jumlah besar. Kulit sapi dan kerbau yang didapat saat musim kurban biasanya diolah setengah jadi lalu disimpan untuk memenuhi permintaan pasar beberapa bulan ke depan.

Selain pasokan yang melimpah, harga bahan baku saat Idul Adha juga cenderung lebih terjangkau. Hal ini membantu pengusaha menekan biaya produksi di tengah harga minyak goreng dan kebutuhan dapur lain yang masih fluktuatif. Tidak sedikit pelaku UMKM rambak yang mampu meningkatkan keuntungan karena pengeluaran bahan baku lebih ringan dibanding hari normal.

Keripik rambak sendiri masih menjadi camilan favorit masyarakat. Teksturnya yang renyah dengan cita rasa gurih membuat produk ini memiliki pasar yang stabil. Bahkan saat ini rambak tidak hanya dijual di pasar tradisional, tetapi juga sudah masuk toko oleh-oleh hingga dipasarkan secara online ke berbagai kota.

Momentum Idul Adha juga membuka peluang kolaborasi antara panitia kurban dan pelaku UMKM. Banyak kulit hewan kurban yang sebelumnya kurang dimanfaatkan, kini bisa memiliki nilai ekonomi lebih tinggi setelah diolah menjadi produk makanan bernilai jual.

Di sejumlah sentra produksi rambak, aktivitas pengolahan kulit terlihat meningkat sejak pagi hingga malam hari. Aroma rebusan kulit dan suara penggorengan menjadi pemandangan khas yang muncul setiap musim kurban tiba. Bagi para pengusaha rambak, Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi keluarga dan usaha kecil masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Idul Adha Jadi Musim Panen Berkah bagi Pengusaha Keripik Rambak Kulit Sapi dan Kerbau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!