Life - Kota Malang kini hanya memiliki tiga terminal yang aktif beroperasi. Kondisi ini menandai perubahan besar dalam wajah transportasi publik di kota pendidikan ini. Tiga terminal tersebut adalah Terminal Arjosari, Terminal Landungsari, dan Terminal Hamid Rusdi.
Terminal Arjosari masih menjadi simpul utama transportasi antarkota dan antarprovinsi. Aktivitas bus besar masih terlihat padat, terutama untuk rute jarak jauh seperti Surabaya, Jakarta, hingga Bali. Terminal ini juga menjadi titik transit penting bagi penumpang dari luar kota yang masuk ke Malang.
Berbeda dengan Arjosari, Terminal Landungsari lebih banyak melayani angkutan kota dan kendaraan menuju kawasan Malang Barat seperti Batu dan sekitarnya. Sementara Terminal Hamid Rusdi melayani rute ke wilayah Malang Selatan dan beberapa jalur lokal.
Penyusutan jumlah terminal aktif ini tidak terjadi tanpa sebab. Perubahan pola mobilitas masyarakat menjadi faktor utama. Kehadiran transportasi online, travel door to door, dan kendaraan pribadi membuat masyarakat semakin jarang menggunakan terminal sebagai titik keberangkatan.
Data dari Dinas Perhubungan menunjukkan penurunan signifikan jumlah penumpang angkutan umum dalam lima tahun terakhir. Banyak trayek angkot yang tidak lagi beroperasi karena sepi penumpang. Hal ini berdampak langsung pada fungsi terminal yang semakin berkurang.
Dampaknya terasa di berbagai sisi. Dari sisi ekonomi, pedagang di area terminal mengalami penurunan omzet. Dari sisi sosial, akses transportasi bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi menjadi lebih terbatas, terutama di wilayah pinggiran.
Namun di sisi lain, kondisi ini membuka peluang pembenahan. Pemerintah Kota Malang mulai mendorong integrasi transportasi dan perbaikan fasilitas terminal agar lebih nyaman dan relevan dengan kebutuhan saat ini. Revitalisasi terminal menjadi salah satu langkah yang mulai direncanakan.
Tantangan ke depan adalah bagaimana mengembalikan minat masyarakat terhadap transportasi publik. Terminal tidak lagi cukup hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang. Perlu ada inovasi layanan, konektivitas yang jelas, serta kenyamanan yang setara dengan moda transportasi modern.
Kota Malang sedang berada di titik transisi. Tiga terminal yang tersisa kini menjadi penopang utama sistem transportasi publik. Pertanyaannya, apakah ketiganya mampu bertahan dan berkembang, atau justru akan menyusul jejak terminal lain yang mulai ditinggalkan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung