Malang - Memasuki masa libur sekolah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya meningkatkan kewaspadaan di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang memiliki lebih banyak waktu beraktivitas di luar rumah selama liburan.
KAI menilai periode libur sekolah menjadi salah satu momen yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena meningkatnya aktivitas anak-anak di lingkungan sekitar tempat tinggal, termasuk di area yang berdekatan dengan jalur kereta api. Tidak jarang rel kereta dijadikan lokasi bermain, berkumpul, hingga tempat berfoto tanpa menyadari risiko besar yang mengintai.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya menegaskan bahwa jalur rel kereta api bukanlah ruang publik yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Rel merupakan area terbatas yang setiap saat dilintasi kereta dengan kecepatan tinggi. Kondisi tersebut membuat keberadaan seseorang di sekitar jalur rel sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Karena itu, KAI mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama masa liburan. Peran keluarga dinilai sangat penting untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya bermain di sekitar rel kereta api. Kesadaran ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden yang membahayakan keselamatan jiwa.
Selain mengingatkan masyarakat untuk menjauhi area rel, KAI juga meminta warga tidak melakukan tindakan vandalisme maupun pelemparan benda ke arah kereta api. Aksi tersebut tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga dapat mengancam keselamatan penumpang dan petugas yang sedang bertugas. Bahkan, pelemparan batu yang terlihat sepele dapat menimbulkan kerusakan pada sarana kereta dan berpotensi menyebabkan cedera.
Di tengah berbagai upaya peningkatan keselamatan, KAI mencatat adanya perkembangan positif dari masyarakat Malang. Kesadaran terhadap pentingnya keselamatan perkeretaapian terus menunjukkan tren yang membaik. Sepanjang tahun 2025, hanya tercatat satu kasus vandalisme yang terjadi di wilayah Malang. Sementara itu, hingga pertengahan tahun 2026, tidak ditemukan kasus vandalisme maupun pelemparan batu terhadap kereta api.
Peningkatan kesadaran tersebut tidak lepas dari berbagai program edukasi yang terus dilakukan KAI bersama berbagai pihak. Selama periode berjalan, KAI Daop 8 Surabaya telah melaksanakan 55 kegiatan sosialisasi keselamatan perkeretaapian yang menyasar masyarakat, pelajar, komunitas, serta warga yang tinggal di sekitar jalur rel.
Tidak berhenti pada edukasi, KAI juga memperkuat pengawasan operasional selama masa libur sekolah. Berbagai langkah dilakukan mulai dari peningkatan patroli keamanan, pemeriksaan kondisi jalur secara berkala, hingga memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan masyarakat sekitar. Upaya tersebut bertujuan memastikan perjalanan kereta api tetap berlangsung aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa.
Masa libur sekolah memang menjadi waktu yang dinantikan anak-anak untuk bermain dan beraktivitas. Namun, KAI mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Dengan dukungan orang tua, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, lingkungan perkeretaapian yang aman dan bebas dari gangguan dapat terus terjaga, sehingga perjalanan kereta api di wilayah Malang berlangsung dengan selamat dan tanpa hambatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung