Motor Listrik (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Momen persiapan tahun ajaran baru membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kendaraan listrik di Kota Malang. Sejak awal Juni 2026, sejumlah dealer motor listrik mencatat peningkatan penjualan yang cukup signifikan. Permintaan masyarakat bahkan melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
Fenomena ini tidak terlepas dari kebutuhan transportasi menjelang dimulainya aktivitas sekolah. Banyak orang tua mulai mencari kendaraan yang praktis dan hemat untuk mendukung mobilitas anak-anak mereka. Di sisi lain, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi juga mendorong masyarakat untuk mencari alternatif kendaraan yang lebih ekonomis.
Sejumlah dealer di Kota Malang melaporkan peningkatan penjualan sekitar 30 persen hingga 100 persen sejak memasuki bulan Juni. Konsumen yang datang tidak hanya berasal dari kalangan orang tua siswa, tetapi juga aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja kantoran yang membutuhkan kendaraan harian dengan biaya operasional lebih rendah.
Motor listrik dinilai menjadi solusi menarik karena menawarkan efisiensi penggunaan energi dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Selain itu, biaya perawatan yang relatif ringan membuat kendaraan ini semakin diminati oleh masyarakat yang ingin menekan pengeluaran rutin.
Beragam tipe motor listrik menjadi incaran konsumen. Model seperti U-Winfly M90G, M110F, Stareer 5 Lithium, hingga Picassio termasuk yang paling banyak dicari. Kendaraan tersebut dipasarkan dengan harga mulai Rp11 juta hingga Rp12 juta, sehingga dianggap cukup terjangkau bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Daya tarik motor listrik tidak hanya terletak pada aspek harga. Fitur-fitur modern yang ditawarkan juga menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli. Beberapa model telah dilengkapi teknologi pintar, sistem pengisian daya yang lebih cepat, serta kemampuan menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam sekali pengisian baterai.
Tidak hanya model kelas menengah, motor listrik premium seperti Alva N3 juga mengalami peningkatan pemesanan. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik mulai merata di berbagai segmen pasar.
Pelaku usaha menilai perubahan pola konsumsi masyarakat kini semakin terlihat. Jika sebelumnya kendaraan listrik lebih banyak dipilih oleh kalangan tertentu yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi ramah lingkungan, saat ini faktor efisiensi ekonomi menjadi alasan utama pembelian. Banyak konsumen datang dengan pertimbangan sederhana, yakni mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar di tengah kenaikan harga BBM.
Secara keseluruhan, tren penjualan motor listrik di Kota Malang menunjukkan perkembangan yang positif. Jika sebelumnya rata-rata penjualan berada di kisaran 20 unit per bulan, kini angka tersebut meningkat tajam. Bahkan pada awal Juni saja, sejumlah dealer telah berhasil mencapai lebih dari separuh target penjualan bulanan mereka.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa peralihan masyarakat menuju kendaraan listrik semakin kuat. Selain didorong kebutuhan transportasi yang praktis dan ekonomis, kesadaran akan penggunaan energi yang lebih efisien juga mulai tumbuh di tengah masyarakat. Dengan berbagai pilihan model dan harga yang semakin kompetitif, motor listrik diperkirakan akan terus menjadi pilihan utama warga Malang dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung