Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 20 JUNI 2026 • 23:55 WIB

Seperempat SMP Swasta di Kabupaten Malang Masih Kekurangan Siswa, Ada Sekolah Bertahan dengan Hanya Lima Murid

Seperempat SMP Swasta di Kabupaten Malang Masih Kekurangan Siswa, Ada Sekolah Bertahan dengan Hanya Lima MuridSekolah Menengah Di Kota Malang (Foto Istimewa)

Malang - Persaingan mendapatkan peserta didik baru masih menjadi tantangan besar bagi sekolah swasta di Kabupaten Malang. Di tengah jumlah lulusan SD yang terus tersebar ke berbagai pilihan sekolah, sebagian SMP swasta harus berjuang keras mempertahankan keberlangsungan lembaganya meski jumlah siswa yang diterima sangat minim.

Data tahun sebelumnya menunjukkan sebanyak 65 dari total 260 SMP swasta di Kabupaten Malang atau sekitar 25 persen masih mengalami kekurangan siswa. Bahkan, beberapa sekolah tercatat hanya memiliki 2 hingga 5 siswa, namun tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kabupaten Malang, Manan Supriadi, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa disamakan dengan sekolah negeri. Jika SMP negeri memiliki batas kuota atau pagu penerimaan siswa, sebagian besar SMP swasta justru tetap membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon peserta didik yang ingin bersekolah.

Menurutnya, sekolah swasta umumnya tidak membatasi jumlah penerimaan siswa. Berapapun jumlah pendaftar yang masuk akan tetap diterima selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan sekolah. Karena itu, jumlah siswa yang diterima sangat bergantung pada minat masyarakat dan kondisi masing-masing wilayah.

Fenomena sekolah dengan jumlah siswa yang sangat sedikit bukan semata-mata disebabkan oleh menurunnya kualitas pendidikan. Banyak sekolah swasta memiliki karakteristik dan segmen layanan yang berbeda. Sebagian sekolah memang menyasar kalangan menengah ke atas dengan program unggulan tertentu. Di sisi lain, terdapat sekolah yang fokus melayani masyarakat umum melalui sistem subsidi silang agar biaya pendidikan tetap terjangkau.

Tidak sedikit pula SMP swasta yang mengambil peran sosial dengan membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang sempat putus sekolah. Kehadiran sekolah-sekolah ini menjadi alternatif penting agar peserta didik tetap dapat menyelesaikan program pendidikan wajib sembilan tahun.

Di tengah tantangan jumlah siswa yang terbatas, sejumlah sekolah memilih bertahan karena memiliki misi pendidikan yang lebih luas daripada sekadar mengejar kuantitas peserta didik. Sekolah-sekolah tersebut tetap beroperasi demi memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Sementara itu, gambaran jumlah siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 masih terus dipantau. MKKS SMP Swasta Kabupaten Malang belum dapat memberikan angka pasti karena proses penerimaan peserta didik masih berlangsung.

Kepastian jumlah siswa baru diperkirakan baru dapat diketahui setelah seluruh tahapan pendaftaran selesai dan siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.

Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi indikator penting untuk melihat kondisi terkini sekolah swasta di Kabupaten Malang, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam upaya menjaga keberlangsungan pendidikan swasta yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan di daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Seperempat SMP Swasta di Kabupaten Malang Masih Kekurangan Siswa, Ada Sekolah Bertahan dengan Hanya Lima Murid

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!