Para pemain AREMA FC saat di bandara bertolak menuju Bandung. (Instagram/@aremafc)
MALANG – Aroma kompetisi kembali terasa di Bumi Arema. Piala Presiden 2025 sudah di depan mata, dan Arema FC selaku juara bertahan tak ingin tampil setengah hati. Sebuah daftar skuad berisi 29 pemain diumumkan sebuah sinyal kuat bahwa “Singo Edan” tengah bersiap membuka lembaran baru dengan energi yang segar, strategi matang, dan keyakinan mempertahankan mahkota.
Usai Liga 1 2024/2025, manajemen Arema langsung bergerak cepat. Beberapa pemain dilepas, wajah baru mulai berdatangan, dan perombakan menyentuh hampir seluruh lini permainan. Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian adalah Adi Satryo, kiper muda potensial yang juga masuk dalam radar Timnas Indonesia. Bersama gelandang Dwiki Mardiyanto, mereka menjadi dua pemain lokal terakhir yang resmi bergabung dalam latihan.
Baca juga: Yann Motta Rekrutan Anyar Arema FC , Status Klub Asal Jadi Sorotan
Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema, menegaskan bahwa skuad ini disusun untuk menjawab kebutuhan jangka panjang dan kesiapan jangka pendek. Ia menyebut bahwa Arema masih akan menyambut kedatangan pelatih kepala baru serta empat pemain asing asal Brasil yang diproyeksikan untuk mengisi posisi kunci: stoper, gelandang bertahan, gelandang serang, dan winger. Targetnya jelas semua bergabung dalam pekan ini.
Total 29 pemain masuk dalam daftar skuad Arema FC untuk turnamen pramusim bergengsi ini. Rinciannya, ada tiga penjaga gawang, delapan pemain belakang, sembilan gelandang, dan delapan penyerang. Dalam daftar ini tercatat nama-nama lama seperti Dendi Santoso, Dedik Setiawan, dan Muhammad Rafli, yang dipadukan dengan pemain muda seperti Arkhan Fikri gelandang kreatif yang jadi andalan tim musim lalu.
Kembalinya pemain seperti Bayu Setiawan dari masa cuti usai pernikahan, menandai lengkapnya formasi pemain lokal yang siap tempur. Bayu bahkan sudah terlihat ikut latihan di lapangan UB Dau, mempertegas kesiapan tim menyambut kompetisi yang akan digelar pada awal Juli.
Piala Presiden tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 6–13 Juli 2025. Arema tergabung dalam Grup A bersama Liga Indonesia All Stars dan tim tamu asal Inggris, Oxford United. Mereka akan menjalani dua pertandingan fase grup, yakni melawan All Stars pada 8 Juli pukul 15.30 WIB, lalu menghadapi Oxford United pada 10 Juli malam.
Menariknya, meskipun turnamen ini bertajuk pramusim, nilainya jauh dari sekadar pemanasan. Selain prestise sebagai juara bertahan, hadiah total turnamen ini pun sangat menggiurkan: Rp 5,5 miliar untuk juara pertama, Rp 3 miliar untuk runner-up, dan Rp 2 miliar untuk peringkat ketiga. Tapi bagi Arema, uang mungkin bukan segalanya gelar adalah simbol harga diri, terutama di mata Aremania.
Saat ini, tim terus melakukan latihan rutin sembari menunggu komando dari pelatih baru yang direncanakan datang dalam beberapa hari ke depan. Dengan skuad yang hampir lengkap, latihan taktikal dan pembentukan chemistry antarpemain diharapkan bisa segera dimaksimalkan.
Pelatih baru ini yang masih dirahasiakan namanya oleh manajemen diproyeksikan membawa filosofi permainan modern yang dapat menyatukan kekuatan pemain lokal dan asing. Jika semua berjalan sesuai rencana, maka Arema FC akan tampil sebagai kekuatan penuh, baik di atas kertas maupun di atas lapangan.
Turnamen ini bukan hanya soal pertandingan. Ini soal semangat, soal pembuktian, dan soal identitas. Bagi Aremania, Piala Presiden adalah panggung awal untuk kembali menyanyikan lagu kemenangan. Dengan dukungan dari tribun, langkah Arema akan terasa lebih mantap.
Kini semua mata tertuju ke Bandung dan Jakarta dua kota tempat fase grup digelar. Dan dari Malang, lahir harapan baru: bahwa Singo Edan tak hanya akan mengaum, tapi juga kembali menggetarkan panggung nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@aremafc